Google Permak Sistem Pendeteksi Gempa di Android

Google Permak Sistem Pendeteksi Gempa di Android

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 30 Apr 2021 04:15 WIB
Businesswoman on plane using smartphone with graph on screen.Business technology and travel concepts ideas
Foto: iStock
Jakarta -

Google memperluas cakupan sistem pendeteksi dan peringatan gempa yang berbasis Android-nya, yaitu untuk mengisi celah kekosongan di tempat yang tak mempunyai sistem peringatan dini dan jumlah seismometer yang terbatas.

Kini, sistem yang awalnya diluncurkan di California, Amerika Serikat itu juga tersedia di Yunani dan Selandia Baru. Bagi Google pun ini adalah hal baru, yaitu pertama kalinya mereka menangani deteksi gempa sampai peringatan ke individu.

Sistem pendeteksi ini mengandalkan perangkat Android untuk mendeteksi gempa. Kemudian Google menganalisa data dari ponsel tersebut dan mengirimkan peringatan dini ke pengguna yang berada di daerah terdampak. Peringatan dini ini akan otomatis terkirim ke pengguna, kecuali mereka memilih untuk tak ikut di program ini.

Saat Google pertama menggelar sistem pendeteksi gempa, mereka bekerja sama dengan United States Geological Survey dan juga Office of Emmergency Service milik pemerintah California.

Fitur ini kemudian diperluas cakupannya ke Oregon dan bakal merambah Washington pada mei mendatang. Pada awalnya, Google hanya mengumpulkan data gempa dari ponsel, lalu data tersebut akan diberikan jika ada pengguna yang mencari informasi gempa lewat mesin pencari di ponselnya.

Sistem pendeteksi ini memanfaatkan sensor akselerometer di ponsel, yang bisa mendeteksi gerakan. Akselerometer ini juga bisa mendeteksi gelombang gempa utama dan kedua.

Hal ini membuat ponsel berfungsi layaknya seismometer mini, bergabung dengan jutaan ponsel lain di Android untuk membentuk jaringan pendeteksi gempa.

"Akan sangat hebat jika ada sistem berbasis seismometer yang ada di mana-mana dan bisa mendeteksi gempa bumi. Namun karena biaya dan perawatan, hal tersebut tak praktis dan hampir tak mungkin bisa mencakup secara global," ujar Marc Stogaitis, bos software engineer di Google.

Namun memang sistem pendeteksi gempa ala Google ini punya kelemahan. Yaitu orang-orang yang lokasinya dekat dengan sumber gempa malah tak akan mendapat peringatan dari awal, karena merekalah yang pertama mendeteksi gempa.

Namun setidaknya ponsel mereka akan membantu orang lain yang jaraknya lebih jauh dengan memberikan peringatan.



Simak Video "Google Photos Tak Gratis Lagi Mulai Besok, Apa Efeknya?"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)