Jumat, 07 Jun 2019 06:54 WIB

Google Percantik Fitur Peringatan Dini Bencana

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Dok. Google Foto: Dok. Google
Jakarta - Google memperbarui fitur SOS Alert miliknya agar bisa memberi informasi secara real time terkait daerah yang terkena bencana alam. Teknologi ini diharapkan dapat mengarahkan pengguna untuk menjauh dari zona bahaya.

Diketahui, SOS Alert pertama kali diperkenalkan Google sejak dua tahun lalu. Teknologi ini akan muncul dan menyampaikan informasi penting bila terjadi bencana alam. Kini, fitur tersebut telah dipercantik oleh Google, termasuk visualisasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Ada tiga jenis bencana alam yang dapat diberikan oleh Google soal daerah yang terkena bencana alam, yaitu badai, gempa bumi, dan banjir. Peringatan navigasi baru di Google Maps akan membantu kalian mengambil rute yang menjauh dari tempat yang terkena dampak bencana alam.


Misalnya badai, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (7/6/2019) Google berusaha memperkirakan yang akan dilalui badai dan menampilkan pemberitahuan krisi di Google Maps pengguna, jika kalian berada dekat dengan peristiwa tersebut.

Lalu untuk banjir. Perusahaan asal Mountain View, AS, ini akan memberikan peta area yang terkena dampak bencana kepada pengguna. Dan, gempa bumi, di mana pengguna akan mendapatkan kartu krisis yang menunjukkan Anda di pusat gempa, besarnya, dan daerah yang terkena dampak juga.

Adapun, bilamana kalian ingin mencari informasi relevan soal ketiga bencana di atas, maka Google bakal memunculkan ringkasan berita, nomor telepon darurat, kiat keselamatan, dan pembaruan di Twitter. Dalam kasus yang paling serius, Google mengirimkan peringatan langsung ke pengguna di daerah terdampak.

Peringatan SOS Alert ini meluncur dalam beberapa minggu mendatang. Tidak semua negara mendapatkan pembaruan tersebut.

Peringatan navigasi Google Maps dan indikator gempa tersedia secara global. Gempa bumi yang dapat dilihat di perangkat Android, iOS, dekstop, hingga web, tetapi sementara ini data di handset berbasis Android dan iOS.

Sedangkan, visualisasi banjir hanya tersedia di India yang di mana negara Bollywood itu risiko terjadinya kejadian tersebut sangat tinggi. Terakhir, prakiraan visual badai pun terbatas yang tersedia di wilayah AS, Meksiko, Karibia, Eropa Barat, Jepang, Taiwan, China, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Korea Selatan. (asj/asj)