Program Daur Ulang Perangkat Samsung Cuma Meraih 1%

Program Daur Ulang Perangkat Samsung Cuma Meraih 1%

Josina - detikInet
Minggu, 25 Apr 2021 10:44 WIB
A man walks behind a logo of Samsung Electronics at the companys headquarters in Seoul April 30, 2010.  REUTERS/Jo Yong-Hak/File Photo
Foto: Reuters
Jakarta -

Pada tahun 2015 Samsung meluncurkan program daur ulang untuk menghadirkan model smarpthone lama dalam upaya ramah lingkungan. Namun laporan baru inforgrafik yang diungkapkan perusahaan menjelaskan bahwa program ini hanya berhasil mendatangkan 0,0019% perangkat lama.

Dilansir detiKINET dari Gizmochina, Minggu (25/4/2021) dalam rangka perayaan Hari Bumi lewat postingan blog-nya Samsung mengungkapkan bahwa progam daur ulang perusahaan pada 2019 hanya mencatat hasil yang minim.

Meskipun ide ini baik untuk ramah lingkungan, tetapi angka tersebut menunjukkan bahwa Samsung dinilai masih tertinggal dalam hal ini.

Sejak 2015, kampanye dari Samsung hanya mengambil 38.000 handset per Mei 2019. Artinya, jumlah perangkat yang masuk hanya 0,0019% dari total 2 miliar perangkat Galaxy yang beredar per Februari 2019.

Khususnya, sulit untuk menemukan di mana perangkat yang saat ini berada dalam siklus hidup produk mereka, terutama ketika kisarannya mencapai miliaran.

Selain itu, banyak dari perangkat Samsung Galaxy ini kemungkinan masih digunakan oleh pelanggan yang membeli perangkat sementara beberapa dari mereka akan menemukan jalan ke pasar barang bekas. Khususnya, sebagian kecil dari smartphone ini mungkin telah digunakan kembali sebagai bagian dari program Galaxy Upcycling.

Bagi mereka yang tidak mengetahuinya, setiap ponsel yang dibuat dengan menggunakan logam tanah jarang yang jumlahnya terbatas. Hal ini berdampak buruk bagi planet bumi dan juga melibatkan penambang yang bekerja dalam kondisi kerja yang buruk.

Dengan demikian, membawa perangkat lama akan memungkinkan perusahaan untuk mendaur ulang bahan-bahan ini tanpa harus menambangnya lagi.



Simak Video "Di Hari Bumi Paus Fransiskus Ingatkan Pentingnya Menjaga Alam"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/afr)