5 Faktor Penyebab Kehancuran Tragis BlackBerry - Halaman 3

5 Faktor Penyebab Kehancuran Tragis BlackBerry

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 22 Apr 2021 03:20 WIB
Seorang model menunjukkan Blackberry Classic saat peluncuran di Jakarta, Rabu (25/3/2015). Blackberry ini menggunakan jaringan 4G LTE dijual dengan harga Rp 5.599.000.
BlackBerry Classic. Foto: Agung Pambudhy

5. Kegagalan Para Pemimpin BlackBerry

Setelah era Lazaridis dan Balsilie yang gagal membendung pesaing, BlackBerry dipimpin oleh CEO Thorsten Heins. Tapi pada 2013, ia digantikan oleh John Chen setelah dianggap gagal menyukseskan BlackBerry 10.

Dalam masa kepemimpinannya, ada beberapa pernyataan Heins yang dianggap ngaco atau tak sesuai kenyataan. Entah untuk sekadar menenangkan konsumen atau memang dia sungguh-sungguh.

"Tak ada yang salah dengan perusahaan ini dalam keadaannya saat ini," tukas Heins pada bulan Maret 2012.

Heins yakin, BlackBerry akan berkembang pesat di masa kepemimpinannya dan tidak ada sesuatu yang salah dengan perusahaan. "Saya merasa positif bahwa pada saat Blackerry 10 kami luncurkan, kami akan kembali menjadi pemain yang sangat kuat," yakinnya pada saat itu.

Begitu optimis Heins dengan kesuksesan BlackBerry 10 sehingga ia yakin BlackBerry akan memimpin dalam waktu lima tahun. "Dalam lima tahun, saya bisa melihat BlackBerry akan menjadi pemimpin absolut dalam komputasi mobile, itulah tujuan kami," kata Heins pada bulan Mei 2013.

"Saya ingin mendapatkan sebanyak mungkin pangsa pasar, namun tidak dengan menjadi penjiplak," tambah dia.

"Tantangan yang kami hadapi di masa depan bukan soal inovasi, soal ini akan selalu bisa ditangani selama Jim dan Mike (pendiri BlackBerry-red) ada di dewan pimpinan dan membantu kami dengan nasihatnya," tukas Heins pada akhir 2012.

Dengan kata lain, Heins menilai BlackBerry sudah cukup berinovasi. Ia tak menganggap inovasi produk sebagai prioritas karena merasa sudah melakukannya. Padahal, salah satu titik lemah BlackBerry dinilai dalam soal inovasi. Misalnya, terus mempertahankan produk lama walau sduah kalah jauh dari kompetitornya. Heins akhirnya resign dan digantikan John Chen yang kemudian berhasil membawa BlackBerry ke arah lebih baik.

(fyk/fay)