HP BlackBerry Siap Kembali, Siapa Mau Beli?

HP BlackBerry Siap Kembali, Siapa Mau Beli?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 15 Apr 2021 16:08 WIB
BlackBerry Passport
BlackBerry Passport. Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Jakarta -

Pada paruh pertama tahun 2021 ini atau sebentar lagi, ponsel BlackBerry baru akan meluncur di pasaran. Artinya, merek smartphone legendaris ini akan ada lagi versi anyarnya setelah sekian lama. Konsumen seperti apa yang menjadi sasaran untuk membelinya?

Smartphone BlackBerry versi baru digarap dalam kemitraan perusahaan OnwardMobility yang berbasis di Texas dengan BlackBerry dan FIH Mobile. Ponsel legendaris ini menghadirkan lagi nostalgia keyboard fisik QWERTY. Fitur ini adalah salah satu yang membuat BlackBerry digemari banyak orang pada masa silam.

Hal yang paling ditonjolkan juga adalah keamanan, seperti halnya di masa silam BlackBerry dikenal tangguh soal sekuriti. Mengenai sistem operasi, dipastikan ponsel tersebut bakal memakai Android. Selain juga dibekali konektivitas 5G yang diprediksi jadi tren seiring jaringannya yang meluas.

"Mereka bersama-sama mengembangkan ponsel model baru yang akan dijual di bawah merek BlackBerry, menampilkan qwerty keyboard khas BlackBerry serta konektivitas 5G," tulis laporan Nikkei Asia.

Nah mengingat pasar smartphone saat ini begitu ketat persaingannya, apa yang membuat FIH Mobile pede dengan kehadiran BlackBerry dan siapa sasaran pasarnya?

"Lebih dari separuh populasi global punya smartphone pada saat ini, sehingga pasarnya itu sangat besar," sebut CEO OnwardMobility, Peter Franklin yang dikutip detikINET dari Tech Radar, Kamis (15/4/2021).

"Namun apa yang tiak ada adalah smartphone yang ultra aman dan terpusat pada produktivitas, yang bisa memenuhi kebutuhan user di kalangan enterprise, dan juga konsumen yang mementingkan keamanan. Itulah celah yang kami akan penuhi," tandasnya.

Onward Mobility rencananya akan meluncurkan flagship BlackBerry 5G ini di Amerika Utara dan Eropa terlebih dahulu, baru kemudian menyusul ke pasar Asia. Jadi ada kemungkinan masuk ke Indonesia.



Simak Video "CEO BlackBerry Tak Izinkan Karyawannya Beli Ponsel Layar Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)