HarmonyOS Bisa Dicicipi Pengguna Huawei Mulai April

HarmonyOS Bisa Dicicipi Pengguna Huawei Mulai April

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 25 Feb 2021 06:20 WIB
OS Harmony
HarmonyOS Bisa Dicicipi Pengguna Huawei Mulai April. Foto: Huawei
Jakarta -

Huawei pertama kali mengumumkan sistem operasi HarmonyOS pada tahun 2019. Setelah melalui proses pengembangan, sistem operasi pengganti Android tersebut siap digulirkan ke ponsel Huawei mulai bulan April mendatang.

Hal ini diumumkan Huawei saat peluncuran ponsel layar lipat Huawei Mate X2 di China. Nantinya, pengguna ponsel Huawei bisa langsung mengunduh HarmonyOS seperti mengunduh update biasa.

Juru bicara Huawei memastikan bahwa pengguna ponsel Huawei di luar China juga akan bisa mengunduh HarmonyOS. Ponsel pertama yang akan mencicipi sistem operasi ini adalah Huawei Mate X2, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (25/2/2021).

Saat diluncurkan, Huawei Mate X2 akan menjalankan EMUI 11.0 berbasis Android 10 sampai mendapatkan update HarmonyOS. Setelah itu ponsel flagship Huawei lainnya juga akan mendapatkan update HarmonyOS di waktu yang bersamaan, tapi perusahaan besutan Ren Zhengfei ini belum membeberkan detailnya.

HarmonyOS diklaim dapat digunakan di banyak platform, mulai dari ponsel sampai televisi. Huawei sudah meluncurkan HarmonyOS beta versi kedua pada September lalu dan mengajak developer untuk mengembangkan aplikasi.

Huawei juga bekerja keras untuk meningkatkan toko aplikasi AppGallery buatannya. Untuk menggaet pengguna global, Huawei merombak antarmuka dan fungsi navigasi AppGallery.

Versi baru AppGallery juga akan digulirkan ke semua pengguna ponsel Huawei di seluruh dunia. Saat ini AppGallery memiliki lebih dari 530 juta pengguna aktif bulanan.

Huawei pertama kali mengembangkan HarmonyOS dan memperkaya AppGallery setelah dimasukkan dalam daftar hitam perdagangan oleh pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2019. Akibatnya, perusahaan AS dilarang mengekspor teknologinya ke Huawei.

Huawei kemudian harus memutus hubungan dengan banyak mitra besarnya, termasuk Google. Setelah pisah dengan Google, Huawei tidak bisa lagi memasang Google Mobile Services (GMS) di ponsel buatannya dan kehilangan akses terhadap aplikasi populer Google seperti Gmail, YouTube, Maps, dan lain-lain.

Menurut Nicole Peng, analis dari firma Canalys, HarmonyOS akan menjadi bagian penting untuk memastikan kelangsungan bisnis ponsel Huawei. Dengan dominasi Android dan iOS di luar China, Huawei juga harus bekerja keras untuk meyakinkan pengguna agar mau beralih ke HarmonyOS.

"Dari segi tantangan, ini masih dalam area ... (apakah) produk akan dapat diterima oleh pengguna berat yang menggunakan, misalnya, aplikasi Google dan layanan Google," kata Peng.



Simak Video "Selamat Tinggal Android! Huawei Kini Punya HarmonyOS"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)