Pengapalan HP Huawei Bakal Turun 60% di 2021

Pengapalan HP Huawei Bakal Turun 60% di 2021

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 21 Feb 2021 11:29 WIB
HANOVER, GERMANY - JUNE 12: The Huawei logo is displayed at the 2018 CeBIT technology trade fair on June 12, 2018 in Hanover, Germany. The 2018 CeBIT is running from June 11-15. (Photo by Alexander Koerner/Getty Images)
Foto: Alexander Koerner/Getty Images
Jakarta -

Huawei disebut sudah memprediksi kalau pengapalan HP buatannya bakal menurun drastis pada 2021, yaitu penurunannya mencapai 60%.

Penurunan pengapalan ponsel ini sudah diberitahukan Huawei ke para penyuplai komponennya. Pengapalan ponsel mereka akan menurun dari 189 juta unit di 2020 menjadi 70 juta unit di 2021.

Dilansir Nikkei, Minggu (21/2/2021), penurunan pengapalan ini yang merupakan dampak dari sanksi yang dikenakan oleh pemerintah Amerika Serikat. Meski tak populer di AS, ponsel Huawei terbilang populer di banyak negara lain.

Huawei sendiri sudah dimasukkan dalam daftar hitam oleh pemerintah AS sejak 2019, yaitu dengan dimasukkannya mereka ke dalam Entity List. Dampaknya adalah Huawei tak bisa berbisnis dengan perusahaan asal AS, yang artinya mereka tak bisa mendapat pasokan komponen ataupun menggunakan software yang dibuat perusahaan asal AS.

Kemudian larangan itu diperluas, dan Huawei tak bisa menggunakan teknologi dari perusahaan mana pun di luar AS yang menggunakan teknologi dari AS. Tak cuma bisnis ponsel Huawei yang terdampak dari aturan ini.

Bisnis jaringan mereka pun kena dampaknya, yaitu mereka tak bisa menjual perangkat jaringan 5G-nya di AS dan banyak negara lain di seluruh dunia.

Kemudian kini muncul rumor kalau Huawei bakal melepas unit ponsel flagshipnya, yaitu seri P dan Mate. Meski kemudian rumor ini ditepis oleh founder mereka, Ren Zhengfei.

Selama Q4 2020 menurut IDC Huawei mengapalkan 32 juta unit ponsel, turun hampir setengahnya dibanding periode yang sama pada 2019, di mana mereka mengapalkan 56 juta unit ponsel.

Selama 2020, belanja chip Huawei menurun 23% dan hanya ada di posisi ke-3 dalam dalam daftar perusahaan pembeli chip terbanyak di dunia, di bawah Apple dan Samsung.

Apple tercatat sebagai perusahaan pembeli chip semikondutor terbanyak, mencapai 12% dari total penjualan chip semikonduktor.

Dalam laporan Gartner, bawah Apple ada Samsung dengan jumlah pembelian 8%, dan di bawahnya ada Huawei dengan 4,2%. Pembelian chip oleh Apple dan Samsung meningkat lebih dari 20% secara year over year, sementara belanja chip Huawei turun 23%.



Simak Video "Huawei Rilis Ponsel Lipat Mate X2 di China"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)