Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Ubuntu Sowan ke Indonesia Akhir Januari

Bos Ubuntu Sowan ke Indonesia Akhir Januari


- detikInet

Jakarta - Mark Shuttleworth, Founder sekaligus Chairman distro sistim operasi Linux debian, Ubuntu, akan sowan ke Indonesia akhir Januari 2006. Kedatangannya diharap bisa membawa angin segar pada perkembangan teknologi informasi (TI) di negara tercinta ini, termasuk gerakan Indonesia Goes Open Source (IGOS).Menurut moderator mailing list (milis) ubuntu, Frans Thamura, kedatangan Shuttleworth ke Indonesia pada 31 Januari 2006 nanti atas keinginan sang pendiri Ubuntu itu sendiri. Menurut Frans, pria yang lahir pada 18 September 1973 di Welkom, Afrika Selatan, dan besar di Cape Town itu, ingin bertemu dengan komunitas dan industri teknologi informasi (TI) di Indonesia. Shuttleworth ingin memahami pemetaan open source di Indonesia. Shuttleworth akan menghabiskan waktunya di Indonesia selama dua hari, dari 31 Januari hingga 1 Februari 2006."Dia ingin melihat seberapamendukungnya negara ini terhadap open source," kata Frans kepada detikINET melalui instant messaging, Jumat (20/11/2006), menyoal rencana kedatangan pria yang pernah membuang uang US$ 20 juta hanya untuk jalan-jalan ke luar angkasa bersama pesawat ulang-alik Rusia, Soyuz spacecraft.Shuttleworth merupakan salah satu pengusaha sukses di era millenium baru ini. Dirinya sudah menunjukkan bakat kesuksesan sejak tahun terakhir masa kuliahnya di Universitas Cape Town (UCT), 1995. Kala itu, dia mendirikan perusahaan konsultan bisnis internet yang berfokus pada sektor keamanan untuk transaksi elektronik, yakni Thawte Consulting. Usahanya lalu dipinang badan otoritas transaksi internet terkemuka di AS, yakni VeriSign pada 1999.Selepas di Thawte, masih di tahun 1999, Mark membentuk tim untuk proyek barunya, Here Be Dragons (HBD). Proyek ini bertujuan mendanai perusahaan teknologi berbasis di Afsel, yang berpotensi untuk bersaing dengan pasar global. HBD sendiri berinvestasi ke berbagai sektor seperti software, farmasi, elektronik, bahkan telekomunikasi bergerak.Selain itu, dia juga mendirikan organisasi nirlaba yang mendukung inovasi demi perbaikan pendidikan di Afrika, yakni The Shuttleworth Foundation. Dia juga mendanai organisasi internasional Bridges.org demi menumpas kesenjangan digital di Afrika dan negara berkembang lainnya. Mark juga aktif dalam kampanye Go Open Source.Bisa Mendongkrak IGOSUbuntu sendiri merupakan distro dari Linux Debian yang sudah didistribusikan di 212 negara dan didukung dalam 38 bahasa. Distro ini didistribusikan oleh perusahaan komersial yang berbasis di Eropa, yakni Canonical. Di balik kesuksesan Ubuntu sendiri, selain Shuttleworth, berdiri 54 orang yang tersebar di 15 negara. Ubuntu juga akan mengeluarkan rilis selanjutnya pada April 2006. Dalam bagian perencanaan distribusinya, Ubuntu mengatakan akan fokus menjangkau negara yang tidak memiliki bandwidth terlalu besar. Dan pada salah satu proyeknya, akan dilokalkan merek dari versi Ubuntu demi memperkuat TI pada pemerintahan negara yang membutuhkan, seperti Indonesia. Dengan meng-Indonesia-kan Ubuntu, diharapkan bisa mendongkrak penetrasi gerakan Indonesia Goes Open Source (IGOS).Gerakan untuk melokalkan Ubuntu pun dibuktikan dengan ketersediaan bahasa antar mukanya, termasuk Indonesia. Saat ini, 100 bahasa sedang dipersiapkan untuk mendukung gerakan itu. (rou) (rouzni/)







Hide Ads