Sejarah Ponsel Layar Lipat, Bukan dari Perusahaan Ternama

Duel Ponsel Layar Lipat

Sejarah Ponsel Layar Lipat, Bukan dari Perusahaan Ternama

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 19 Sep 2020 08:34 WIB
Galaxy Z Fold 2
Galaxy Z Fold 2, salah satu ponsel layar lipat yang terkenal. Foto: Samsung
Jakarta -

Selalu menarik untuk membahas teknologi masa kini, salah satunya ponsel layar lipat. Meski terhitung produk baru, ponsel layar lipat memiliki sejarah yang menarik untuk diulas.

Siapa pembuat ponsel layar lipat, apakah Samsung? Faktanya adalah The Royole Fexpai yang memecahkan rekor dunia sebagai pencipta ponsel layar lipat pertama pada 31 Oktober 2018 dengan opsi 6 GB RAM dan ruang penyimpanan sebesar 128 GB. Di tanggal tersebut, perusahaan ini melakukan pre-order.

Royole sendiri merupakan perusahaan asal China yang didirikan 2012. Meski menjadi yang pertama meluncurkan ponsel layar lipat, ponsel yang diluncurkan Royole bukan yang terbaik yang pernah ada.

Beberapa ulasan negatif tentang ponsel ini muncul di Januari 2019 dan mengatakan smartphone ini begitu tebal terlebih ketika dilipat sehingga memunculkan kesan kurang elegan.

Perangkat Royole, Royole, FlexPai, CES 2019Perangkat Royole, Royole, FlexPai, CES 2019. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Terkenal dengan inovasi yang cepat, raksasa teknologi Korea Selatan Samsung mengenalkan prototype ponsel layar lipat sebulan kemudian tepatnya pada 8 November 2018 yang disebut dengan 'Infinity Flex Display'. Teknologi inilah yang kemudian ditanamkan pada smartphone Galaxy Fold. Galaxy Fold diperkenalkan pada 20 Februari 2019.

Melihat antusiasme yang besar tentang fenomena ponsel layar lipat, Huawei seakan tidak mau kalah dengan menghadirkan Mate X, 24 Februari 2019, tepat empat hari setelah peluncuran Galaxy Fold.

Mate X di JakartaTampilan Mate X yang anggun. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet

Selanjutnya ada Motorola menyuguhkan RAZR dengan desain yang mengingatkan pada ponsel flip RAZR di 2003. Yang mengagumkan, ponsel ini bisa membuat pengguna menutupnya hingga menjadi sekitar setengah ukurannya. Ini sangat berbeda dari Galaxy Fold dan Mate X.

Lalu Samsung kembali menghajar dengan Galaxy Z Flip dengan desain ponsel serupa RAZR. Akan tetapi, Galaxy Z Flip unggul dari segi prosesor, baterai yang awet, resolusi display yang tinggi, dilengkapi dengan kamera yang lebih baik. Huawei pun maju lagi, kali ini membawa produk pengembangan sebelumnya yang dikenal dengan Mate XS.

Motorola Razr 2019Motorola Razr dengan tampilan elegan. Foto: Digital Trends

Nah, sekarang ada nama lain yang maju mengusung tema ponsel layar lipat. Tidak tanggung-tanggung, TCL menunjukkan prototype smartphone yang bisa dilipat menjadi tiga. Ini lebih mirip tampilan tablet yang jika dilipat berubah menjadi ponsel berukuran 6,6 inch.

ponsel konsep TCL yang layarnya bisa digeserPonsel konsep TCL yang layarnya bisa digeser. Foto: Cnet

Kini, semakin banyak perusahaan yang mengembangkan ponsel layar lipat. Siapa juaranya? Sejauh ini belum terlihat karena jenis ponsel lipat masih akan terus berkembang, dan kemungkinan akan menjadi mainstream di masa depan.



Simak Video "Pentingnya Sinergi Teknologi dalam Pendidikan di Masa COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)