Ponsel BlackBerry Terancam 'Disuntik' Mati - Halaman 2

Ponsel BlackBerry Terancam 'Disuntik' Mati

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 05 Feb 2020 09:21 WIB
BlackBerry Q5
Ponsel BlackBerry. Foto: Pocket Lint

Ya, market share ponsel BlackBerry sudah sedemikian kecil, tidak mampu bersaing. Itu pula yang mungkin membuat TCL tidak mau lagi membuat dan memasarkannya. Maka, mematikan ponsel BlackBerry dinilai sebagai pilihan realistis.

Belum lama ini, CEO BlackBerry John Chen menyinggung penyebab kekalahan perusahaannya. Ia menilai iPhone dan deretan ponsel Android sebenarnya tidak lebih baik dari BlackBerry. Apalagi jika sudah menyangkut soal keamanan.

"Kami dulu mulai diserang oleh Apple dan Google. Mereka bukanlah ponsel yang lebih baik. Mereka tentunya tidak sama keamanannya," kata Chen, dikutip detikINET dari Telegraph.

"Akan tetapi di sisi lain, mereka adalah ponsel yang diinginkan orang. Anda tak bisa berargumentasi dengan apa yang orang inginkan. Anda bisa berkata hal itu tidak logis. Namun itulah yang mereka mau," cetusnya.

Di bawah kepemimpinan Chen, BlackBerry kini menyediakan software untuk kendaraan, drone, pembangkit listrik sampai stasiun luar angkasa. Cukup bagus kondisi bisnis mereka lantaran banyak yang memakai, termasuk di sekitar 150 juta kendaraan.

Perpindahan fokus bisnis itu menurut Chen bisa saja terjadi di perusahaan lain. "Sekitar 6 tahun silam, manufaktur ponsel terbesar adalah Ericsson, Motorola dan BlackBerry. Tak ada satupun dari ketiganya membuat ponsel sendiri lagi," ujarnya memberi contoh.

Sedikit banyak, hal itu juga menimpa Apple. Penjualan iPhone yang belakangan menurun membuat mereka mengalihkan pandangan ke bisnis layanan, seperti Apple TV sampai kartu kredit.

(fyk/fyk)