Selasa, 04 Feb 2020 06:34 WIB

Pengapalan iPhone Diprediksi Merosot 10% Gara-gara Wabah Corona

Anggoro Suryo Jati - detikInet
BEIJING, CHINA - FEBRUARY 01: A Chinese employee wears a protective mask as he sits in the showroom of an Apple Store after it closed for the day on February 1, 2020 in a shopping district in Beijing, China. Apple announced it was closing all of its stores in China until February 9th due to the outbreak of the coronavirus in Wuhan, The number of cases of a deadly new coronavirus rose to almost 12000 in mainland China Saturday, days after the World Health Organization (WHO) declared the outbreak a global public health emergency. China continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities have put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 250 on Saturday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, India, the United Kingdom, Germany, France and several others. The World Health Organization  has warned all governments to be on alert and screening has been stepped up at airports around the world. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Foto: Getty Images
Jakarta -

Setelah mendominasi penjualan ponsel pada Q4 2019, pengapalan iPhone 11 pada Q1 2020 diprediksi merosot gara-gara virus corona.

Ini adalah analisis dari Ming-Chi Kuo, yang memperkirakan pengapalan iPhone akan menurun 10% menjadi 36-40 juta unit ponsel pada Q1 2020 ini. Penyebab penurunan tersebut adalah virus corona yang berasal dari China.

Padahal, sebelumnya Foxconn -- perakit iPhone -- sudah memastikan produksi iPhone tak akan terdampak oleh virus tersebut, meskipun sejumlah komponen iPhone dan beberapa bagian kameranya dibuat di pabrik Foxconn yang berlokasi di Wuhan, China, yang merupakan tempat menyebarnya virus tersebut.

Tidak cuma iPhone yang ada saat ini yang terdampak dari virus tersebut, melainkan juga model iPhone mendatang alias iPhone 9 yang kabarnya mulai diproduksi pada Maret ini. Selain itu aksesoris Apple seperti AirPods pun menurut Kuo bakal terdampak oleh virus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Apple menutup semua toko dan kantor korporat dan termasuk contact center mereka di China Daratan yang ikut ditutup mulai 9 Februari mendatang.

Hal ini diungkap Apple dalam keterangannya ke Bloomberg, sekaligus memperbarui kebijakan mereka yang sebelumnya, di mana mereka hanya menutup satu toko di China terkait penyebaran virus corona tersebut.

Sejauh ini, wabah virus corona sudah menyebabkan 200 korban jiwa, dengan jumlah korban terinfeksi mencapai 10 ribu di seluruh dunia. WHO pun sudah menyatakan kalau wabah ini sebagai situasi darurat global.

Belum jelas apakah pabrik perakitan iPhone yang dijalankan oleh Foxconn juga akan ditutup terkait wabah ini. Namun sejauh ini Foxconn menyatakan mereka mengaku masih beroperasi seperti biasa dan tak akan berdampak pada volume produksi.



Simak Video "Banjir Peminat, Trio iPhone 11 Sempat Ludes di Pasaran"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)