Sabtu, 01 Feb 2020 11:09 WIB

Parlemen Eropa Tolak Argumen Apple Soal USB Type C

Adi Fida Rahman - detikInet
iPhone 11 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Apple menolak gagasan Uni Eropa untuk menyamakan port charging pada semua ponsel. Sepekan berlalu, kini giliran Parlemen Eropa menolak argumen raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino itu.

Pada persidangan yang digelar Kamis (30/1/2020) mayoritas anggota parlemen mendukung rencana penerapan konektor seragam pada ponsel. Sebanyak 582 suara mendukung, hanya 40 suara menentang.

Dengan hasil ini, parlemen mendesak Uni Eropa segera menerapkan aturan tersebut pada Juli mendatang, demikian dilansir dari GSM Arena, Sabtu (1/2/2020).

Seperti diketahui satu dekade yang lalu, Uni Eropa meminta pembuat telepon utama untuk menerapkan konektor pengisian tunggal. Salah satu tujuan penerapan konektor tunggal sendiri guna mengurangi limbah elektronik.

Hanya saja pendekatan dilakukan sebatas sukarela. Sehingga dirasa kurang efektif lantaran masih ada vendor yang masih menggunakan port yang berbeda. Karenanya Parlemen Eropa memutuskan membuat undang-undang agar lebih mengikat.

iPhone menggunakan port lightning. iPhone menggunakan port lightning. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Atas usulan tersebut Apple nolak. Alasannya aturan tersebut akan menghambat inovasi.

Menggunakan charger universal akan sangat menyulitkan Apple karena sebagian besar produknya, termasuk iPhone, menggunakan konektor Lightning.

Apple menegaskan saat ini penyeragaman konektor tidak dibutuhkan karena mereka memiliki adapter USB-C yang bisa digunakan untuk semua jenis iPhone dan iPad, sehingga pengguna tetap bisa menggunakan charger lama mereka.

Parlemen Eropa Tolak Argumen Apple Soal USB Type C

"Kami percaya peraturan yang memaksa kesamaan di seluruh jenis konektor yang ada di semua smartphone menghambat inovasi daripada mendorongnya, dan akan membahayakan konsumen di Eropa dan ekonomi secara keseluruhan," kata Apple dalam keterangan resminya

"Kami harap Komisi Eropa terus mencari solusi yang tidak akan membatasi kemampuan industri untuk berinovasi," sambungnya.



Simak Video "Apple Sediakan Screening Gejala Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)