Senin, 18 Nov 2019 13:48 WIB

Ponsel China Kian Berbahaya, Ini Strategi Baru Samsung

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ponsel Samsung. Foto: detikINET/Aisyah Kamaliah Ponsel Samsung. Foto: detikINET/Aisyah Kamaliah
Seoul - Tak dapat dipungkiri bahwa merek ponsel asal China semakin digdaya. Samsung pun putar otak mencari strategi baru dan kini, mereka dikabarkan akan mulai melakukan produksi outsource ponsel murahnya di China di tahun depan.

Samsung sudah menutup pabrik ponselnya di China. Nah dengan skema baru itu, mereka kabarnya akan bermitra dengan pabrikan pihak ketiga seperti Wingtech untuk membuat beberapa model smartphone Galaxy A.

Kenapa langkah itu ditempuh? Wingtech dan pabrikan lain di China membuat ponsel untuk beragam merek, termasuk Huawei dan Xiaomi. Dengan skala besar, mereka dapat menekan harga dan berpengalaman memproduksi ponsel murah dengan cepat.


Dengan demikian, Samsung tentu mengharapkan dapat bersaing soal harga dengan merek asal negeri Tirai Bambu walau ada risiko mereka agak kehilangan kontrol kualitas. Namun Samsung mungkin tak punya banyak pilihan untuk mempertahankan posisinya yang masih produsen ponsel nomor satu dunia.

Dikutip detikINET dari Reuters, Samsung membenarkan bahwa mereka membuat unit terbatas smartphone di luar pabrik mereka untuk memperluas portofolio. Mereka pun akan tetap melakukan pengawasan dan kontrol kualitas yang ketat.

Menurut biro riset Counterpoint Research, pabrikan semacam Wingtech dapat memperoleh semua komponen yang diperlukan untuk smartphone berharga USD 100 sampai USD 250 lebih murah 10% sampai 14% dibandingkan pabrik milik merek besar di China.

Seorang sumber menyebut Wingtech dapat memperoleh komponen seharga 30% lebih murah dibandingkan yang dibayar Samsung di Vietnam, di mana mereka punya pabrik besar. Hasil produksinya kemungkinan ditujukan untuk pasar Asia Tenggara dan Amerika Selatan.



Simak Video "Jatuh dari Langit, 'Satelit' Samsung Mendarat di Permukiman Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)