Kamis, 26 Sep 2019 15:57 WIB

Galaxy S11 Bakal Pakai Kamera 5x Optical Zoom

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi Samsung. Foto: detikINET/Aisyah Kamaliah Ilustrasi Samsung. Foto: detikINET/Aisyah Kamaliah
Jakarta - Samsung Galaxy S11 mungkin baru diluncurkan lima bulan mendatang, tapi rumor mengenai spesifikasi ponsel tersebut sudah mulai bermunculan.

Rumor yang terbaru adalah ponsel jagoan Samsung itu bakal mempunyai kamera dengan zoom optik 5x, jauh lebih tinggi dari zoom optik 2x yang ada di Galaxy S10. Kamera tersebut bakal dibuat oleh Samsung Electro-Mechanics yang memproduksi modul lensa tele untuk Oppo.

Namun sampai saat ini belum jelas sensor mana yang bakal dipakai di lensa bergaya periskop tersebut. Namun untuk kamera utamanya Samsung diperkirakan bakal menggunakan sensor 108 megapixel buatannya, seperti yang dipakai Xiaomi di Mi Mix Alpha, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Kamis (26/9/2019).

Sensor yang bakal dipakai di Galaxy S11 juga tampaknya bakal mempunyai teknologi pixel binning, yaitu menggabungkan beberapa pixel menjadi satu pixel ketika kamera dipakai memotret di tempat gelap. Foto yang dihasilkan itu nantinya mempunyai resolusi 27 megapixel.


Samsung sebelumnya cukup betah dengan sistem single dan dual kameranya sampai 2018. Namun pada 2019 ini tampaknya mereka tak bisa lagi mempertahankan sistem tersebut, dan menggunakan sistem tiga kamera belakang di Galaxy S10 dan empat kamera belakang di Galaxy Note 10.

Pakai Deep Fusion
Rumor ini senada dengan rumor yang sebelumnya sudah beredar. Yaitu Samsung bakal melakukan perubahan besar-besaran pada kamera ponsel flagship selanjutnya. Fitur lain yang bakal ada di kamera Galaxy S11 kabarnya adalah teknologi serupa Deep Fusion milik Apple.

"Samsung juga mengembangkan fungsi 'Deep Fusion' serupa dengan iPhone 11 Pro, dan fitur ini bakal memanfaatkan fungsi NPU (neural processing engine) untuk memotret dan merekam video," tulis @iceuniverse.

Deep Fusion adalah sebuah fitur yang bakal menggabungkan sejumlah foto sekaligus ketika pengguna memotret sebuah foto tunggal. Jumlah foto yang diambil oleh fitur ini adalah sembilan foto.

Dari sembilan foto itu, empat di antaranya diambil menggunakan exposure cepat dan empat sisanya diambil sebelum pengguna menekan tombol shutter. Saat tombol shutter ditekan, ponsel akan memotret menggunakan mode long exposure.

Setelah itu, ponsel, atau tepatnya neural engine yang ada di chip A13 Bionic bakal menganalisa gambar-gambar tersebut. Lalu ia akan menggabungkan foto-foto yang ada untuk menciptakan sebuah foto dengan detail lebih tinggi namun noise yang paling rendah.

Sebenarnya Google pun punya fitur sejenis ini yang diterapkan mulai Pixel 3, dan fiturnya bernama HDR+. Namun bedanya, HDR+ mengambil 15 gambar sekaligus dengan exposure berbeda dan langsung menggabungkan semua foto itu menjadi satu.

Simak Video "Jatuh dari Langit, 'Satelit' Samsung Mendarat di Permukiman Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)