Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Layanan P2P Legal Siap Hadir!

Layanan P2P Legal Siap Hadir!


- detikInet

Jakarta - Bertelsmann AG, perusahaan pemilik Napster, tengah mempersiapkan peluncuran layanan download peer-to-peer (P2P) legal di Jerman. Layanan download untuk musik dan film ini dijuluki dengan GNAB.Disinyalir debut layanan ini akan dihadirkan di negara perusahaan Bertelsmann dahulu. Selanjutnya, layanan ini akan dikembangkan ke wilayah lain sepanjang tahun 2006 mendatang.Menurut juru bicara perusahaan, sebagian besar layanan sudah rampung dan saat peluncuran diharap layanan ini siap menawarkan akses hingga 1 juta lagu. Bertelsmann juga menambahkan, struktur P2P dirancang seperti itu guna mencegah server overload. Untuk diketahui saja, GNAB ini dibentuk oleh cabang Bertelsmann yang bernama Arvato Maret silam. GNAB dibaca 'bang', jika dieja dari belakang.Betanews yang dikutip detikinet Senin(24/10/2005) melansir, untuk mengakses lagu dari jaringan, maka pengguna terlebih dulu harus membeli hak-hak untuk men-download seperti layanan download pada umumnya.Dengan hadirnya layanan P2P ini, berarti Bertelsmann juga turut bergabung dengan pasar download musik yang kian sesak. Sebagai informasi, iTunes yang telah memimpin dengan menguasai sekitar 80 persen pangsa pasar download legal.Sedangkan sekitar setengah lusin saingannya yang lain harus memperebutkan 20 persen pangsa pasar sisanya dari pelanggan. Bahkan, baru-baru ini iTunes juga telah menambahkan video di toko musiknya guna mendukung iPod video. Video yang ditawarkan termasuk 'Desperate Housewives' dan 'Lost'. Film teranyar ini berhasil dihadirkan Apple sehari setelah film tersebut mengudara di televisi dengan harga US$1,99 (US$1 = Rp 10.095, sumber: detik.com). Meski P2P telah diserang label rekaman, beberapa perusahaan telah memeriksa keabsahan penggunaan teknologi itu untuk menghemat biaya bandwidth. Bertelsmann bergabung dengan P2P setelah pihaknya membeli Napster tahun 2000. Perusahaan mencoba untuk mencegah agar layanan tukar menukar file itu tidak ditutup setelah mendapat gugatan hukum dari Recording Industry Association Amerika. Tetapi akhirnya Bertelsmann menjual merek Napster kepada Roxio. (ien/)







Hide Ads