Minggu, 28 Jul 2019 13:33 WIB

Huawei Mau Makin Sering Pakai Kirin, Mulai Tinggalkan Qualcomm?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Kirin, prosesor buatan Huawei melalui anak perusahannya, HiSilicon. Foto: internet Kirin, prosesor buatan Huawei melalui anak perusahannya, HiSilicon. Foto: internet
Jakarta - Huawei dilaporkan akan meningkatkan porsi penggunaan prosesor Kirin pada ponsel-ponsel buatannya. 60% dari total smartphone yang dikapalkannya pada Semester II 2019 ini diprediksi bakal ditenagai oleh chipset buatan HiSilicon tersebut .

Persentase tersebut meningkat cukup pesat jika dilihat dari tren yang ada. Pada Semester I 2019, porsi penggunaan Kirin hanya 45% dari total ponsel yang dikapalkan Huawei pada periode waktu tersebut. Sedangkan pada paruh kedua tahun lalu, persentasenya bahkan tidak sampai 40%.

Itu berarti, akan ada lebih dari 150 juta unit ponsel Huawei yang mengadopsi Kirin. Angka tersebut berdasarkan prediksi dari total 270 unit perangkat yang akan dikapalkannya sepanjang tahun ini.

Lantas, apakah ini upaya Huawei untuk pelan-pelan meninggalkan Qualcomm? Pendiri sekaligus CEO Huawei, Ren Zhengfei, mengatakan bahwa pihaknya masih akan terus memesan prosesor dari produsen Snapdragon tersebut.

Bahkan, volume pembeliannya pun tak akan berkurang dari tahun lalu. Sekadar informasi, sepanjang 2018 lalu, Huawei tercatat membeli 50 juta unit prosesor dari Qualcomm.

Berdasarkan keterangan dari sebuah sumber, yang detikINET kutip dari Digitimes, Minggu (28/7/2019), Huawei, melalui Kirin buatan HiSilicon, memang memberikan persaingan yang ketat terhadap Snapdragon seri 800 dan 700. Meski demikian, pihaknya masih membutuhkan chipset dengan kelas lebih rendah, seperti seri 600.

Walau demikian, sumber terkait mengindikasikan bahwa langkah Huawei untuk merilis Kirin 810 dengan fabrikasi 7nm sebagai penantang Snapdragon 730 memang sebagai langkah untuk mempermudah mereka dalam melepas ketergantungan dari Qualcomm maupun MediaTek. Menarik untuk ditunggu apakah ke depannya Huawei akan terus menerapkan kebijakan serupa atau tidak.
Paling tidak, untuk saat ini, Huawei belum akan melepas ketergantungannya terhadap perusahaan asal Amerika Serikat. Di samping Qualcomm, vendor tersebut juga masih memercayai Intel sebagai penyedia prosesor untuk laptop buatannya.

Selain itu, pihaknya juga masih akan menggunakan Android dari Google sebagai sistem operasi ponsel buatannya. Hal tersebut diikuti dengan pernyataan mereka yang menjelaskan bahwa Hongmeng bukan OS untuk smartphone.

Simak Video "Huawei Mate 30 Pro Hadir dengan 4 Kamera Belakang"
[Gambas:Video 20detik]
(mon/mon)