Jumat, 19 Jul 2019 11:24 WIB

'Kesialan' Huawei Untungkan Samsung dan Xiaomi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Jakarta - Masalah yang menimpa smartphone Huawei karena masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat menguntungkan rivalnya. Terutama Xiaomi dan Samsung, bukan Apple. Itu terjadi misalnya di pasar Eropa.

"Imbasnya jelas di data. Pangsa pasar Huawei turun 1,9% di Eropa antar kuartal dan terutama, share Juni vs Mei merosot 9%. Indikasi awal adalah Samsung dan Xiaomi yang diuntungkan, dengan Apple mendapat peningkatan lebih kecil," kata Dominic Sunebo, direktur biro riset Kantar.

Memang pada bulan Mei, AS mengumumkan perusahaan AS dilarang menjual komponen dan teknologi pada Huawei tanpa izin khusus. Belakangan, sanksi itu diperlunak meski belum diketahui bagaimana detailnya.


Salah satu yang membuat konsumen ragu-ragu adalah kabar Huawei tak dapat lagi memakai versi penuh Android di masa mendatang. Namun ada kemungkinan sanksi tersebut dicabut walau belum ada penjelasan dari Google maupun Huawei.

Meski agak kepayahan, Huawei tertolong dengan performa bisnis yang impresif di China. Ditambah anak perusahaannya Honor, Huawei meraih pangsa pasar 46,1% di kandangnya itu pada kuartal II 2019.

Di sisi lain soal smartphone terlaris khusus di Amerika Serikat, Apple masih jawara. Samsung mengekor dengan seri flagship terkini.

"iPhone XR adalah model terlaris di AS pada kuartal II 2019, dengan 7,9% market share, dengan iPhone 8 dan iPhone XS Max mengikuti di 3 besar. Galaxy S10 Plus dan Galaxy S10 ada di tempat keempat dan kelima," sebut Dominic.



'Kesialan' Huawei Untungkan Samsung dan Xiaomi
(fyk/rns)