Sabtu, 06 Jul 2019 11:20 WIB

10 Juta Pengguna Tertipu Aplikasi Samsung Palsu

Aisyah Kamaliah - detikInet
Foto: TheNextWeb Foto: TheNextWeb
Jakarta - Lebih dari 10 juta pengguna terjebak tipuan dari aplikasi palsu yang menyamar sebagai 'Updates for Samsung'.

Sesuai namanya, aplikasi ini menjanjikan update firmware Samsung. Namun ketika didownload, aplikasi ini mengarahkan pengguna ke situs beriklan dan berbayar.

Analis malware dari CSIS Security Group Aleksejs Kuprins mengaku telah menghubungi Google untuk menghapus aplikasi tersebut di Play Store.



"Saya telah menghubungi Google dan meminta mereka untuk mempertimbangkan menghapus aplikasi ini," kata Kuprins seperti dikutip detikINET dari ZDNet, Jumat (5/7/2019).

Kuprins menyebut aplikasi ini memanfaatkan kesulitan pengguna ponsel Samsung dalam memperoleh update firmware. Tak ayal, beberapa pengguna yang terkelabui menginstal aplikasi ini.

Dia memperkirakan, sebagian besar pengguna salah paham dan menganggap aplikasi ini sebagai update firmware resmi dari Samsung dan Google Play Store.

Aplikasi tersebut menjanjikan akan menyelesaikan masalah non-teknis pengguna dengan menyediakan lokasi terpusat, sehingga pemilik ponsel Samsung dapat mengunduh firmware dan update sistem operasi.

Seperti sudah disebutkan di awal, update ini adalah tipuan belaka karena tidak ada afiliasinya dengan Samsung. Aplikasi tersebut hanya memuat domain update[.]com dalam komponen WebView Android Browser.

Parahnya, situs ini kemudian menawarkan pembaruan firmware gratis dan berbayar yang diklaim sebagai update resmi. Nyatanya, setelah dijelajahi, situs ini membatasi kecepatan unduh gratis hingga 56 KBps, dan sejumlah unduhan firmware gratis tidak dapat diselesaikan.

"Selama pengujian, kami juga telah mengamati bahwa unduhan tidak selesai, bahkan ketika menggunakan jaringan yang dapat diandalkan," ujar Kuprins.

Karena menyebabkan masalah pada unduhan gratis, aplikasi ini kemudian mendorong pengguna membeli paket premium seharga USD 34,99 atau kurang lebih Rp 493 ribu agar dapat mengunduh file.

Meski begitu, Kuprins menyebutkan aplikasi ini bukan malware karena tidak melakukan tindakan jahat atas nama pengguna, atau tanpa persetujuannya. Namun tetap saja, aplikasi ini merupakan bentuk lain dari scam atau penipuan.



"Saya belum menemukan aplikasi ini melakukan sesuatu yang berbahaya pada perangkat. Namun ketika aplikasi terbuka, memang terlihat menampilkan banyak iklan full-screen, bahkan hampir setiap setelah melakukan sentuhan pada layar," tutupnya.

Simak Video "Duh! WhatsApp Hilang dari Play Store"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)