Sophia Xie selaku Industrial Designer Oppo menyatakan adalah keinginan Oppo selalu menghadirkan smartphone yang menembus batas dalam soal desain. Itu sejak awal telah ditekankan oleh pendiri Oppo, Tony Chen.
Baca juga: Membahas Desain Oppo Reno yang Bikin Melongo |
"Tony dahulu mempelajari pasar smartphone. Dia menganggap desain ponsel banyak yang biasa dan membosankan. Sehingga dia pun memutuskan masuk ke pasar," sebut Sophia di Manila.
Kalimat yang selalu ditekankan oleh Tony adalah 'seluruh produk Oppo haruslah karya seni yang didesain dengan indah dan dengan gaya'. Desain yang menarik juga dipadukan dengan user experience berdasarkan kebiasaan konsumen.
Sophia pun menceritakan saat kemunculan tren notch atau poni. Eksistensi notch dianggap Oppo kurang cantik dan intrusif terhadap pengalaman pemakaian smartphone.
"Misalnya saat main game jadi menyebalkan karena adanya notch itu. Jadi, mengapa tidak membuat layar full yang sungguh nyata?" cetus Sophia.
Maka kemudian muncullah flagship Oppo Find X dengan layar penuh tanpa notch lantaran kamera depan disembunyikan di bagian tengah. Menurut Sophia, fitur tersebut adalah terobosan baik bagi Oppo maupun industri.
![]() |
Untuk mengembangkan desain smartphone, Oppo memiliki pusat desain yang tersebar di kota London, Shenzhen, serta Shanghai. Para desainer punya latar belakang keilmuan beragam, ada yang dari fashion sampai arsitektur.
Menurut Sophia, berbagai ide gila diutarakan oleh para desainer Oppo yang kemudian dibuat dalam bentuk prototipe. Berkolaborasi dengan para engineer untuk menjadikannya nyata.
Ketika Oppo memutuskan membuat smartphone baru, tim desainer akan dibagi jadi grup-grup kecil lalu melakukan brainstorming. Mereka lantas mengajukan proposal untuk saling berkompetisi sampai ditentukan desain mana yang dipilih.
Jika sebuah desain disetujui, bakal melalui 130 uji kualitas ketat, agar jangan sampai rapuh atau semacamnya saat pemakaian sehari-hari. Sistem pop up di kamera depan Oppo Reno misalnya, dirancang tahan sampai 200 ribu kali keluar masuk atau sekitar 5 tahun.
Reno pun mengusung apa yang disebut desain 'art of balance'. Itu terlihat di bagian belakangnya di mana penempatan tiga kamera, aksen garis dan tonjolan keramik O Dot berada tepat di tengah. Keseimbangan desain semacam itu ada di bangunan ikonik seperti Forbidden City sampai museum Louvre. (fyk/afr)