Senin, 10 Jun 2019 16:33 WIB

Model Plus di Ponsel Nokia Mau Dihapus karena Bikin Bingung?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Nokia 5.1 Plus, satu dari sekian model Plus yang dianggap HMD Global bikin bingung masyarakat. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Nokia 5.1 Plus, satu dari sekian model Plus yang dianggap HMD Global bikin bingung masyarakat. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - HMD Global mengumumkan niatannya untuk menyederhanakan lini ponsel Nokia yang bisa dibilang terkesan membingungkan. Hal tersebut disampaikan oleh Pranav Shroff, Global Portfolio GM HMD Global.

Dalam sebuah wawancara, ia mengemukakan bahwa sejatinya HMD Global memiliki lini ponsel Nokia yang jelas pada 2017. Saat itu, isinya terdiri dari Nokia 5, Nokia 6, Nokia 8, dan Nokia 2.




Nah, masuk ke 2018, terdapat perubahan strategi. HMD Global memiliki misi untuk menghadirkan smartphone Nokia untuk semua kalangan. Dari situ, mereka semakin gencar dalam memperluas portofolionya. Salah satunya tampak dari lahirnya nama-nama seperti Nokia 1 dan Nokia 8 Sirocco.

Sejatinya, tidak ada salahnya jika sebuah vendor ingin memperluas pasarnya. Hal tersebut pun juga terlihat pada Samsung yang tengah gencar menggempur pasar kelas menengah.

Lantas, apa yang membuat lini ponsel Nokia jadi "berantakan"? Shroff mengatakan, hal tersebut timbul lantaran kemunculan versi Plus dari sejumlah seri ponsel Nokia pada paruh kedua 2018.

"Di situ kami memunculkan kebingungan. Saya pikir kami memperkenalkan sekitar 12 atau 13 ponsel di pasar seperti India," ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari NDTV, Senin (10/6/2019).




"Kami punya kewajiban kepada konsumen kami, dan kepada semua orang secara umum, untuk memastikan ini (portofolio produk) jelas. Jika kami tidak membuatnya jelas, dan saya setuju kami tidak melakukannya, maka ini merupakan sesuatu yang kami perlu benahi," katanya melanjutkan.

Ke depannya, Shroff menyebut bahwa pihaknya ingin meluruskan ini semua. Salah satunya dengan mengurangi atau bahkan menghapus model Plus yang terdapat di sejumlah seri ponsel Nokia. Ia beranggapan, itu merupakan pusat dari kebingungan yang ada.


(mon/krs)