Rabu, 22 Mei 2019 09:10 WIB

Huawei: Google Tak Berniat Blokir Kami

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Huawei menganggap pihaknya adalah korban bully Amerika Serikat. Dan terkait dibatasinya penggunaan sistem operasi Android, mereka mengatakan saat ini tengah bekerja dengan Google untuk mengatasinya.

Pemerintah AS seperti diketahui memasukkan Huawei dalam daftar blacklist dan dipersulit membeli atau memakai komponen dari perusahaan AS, termasuk dibatasi memakai Android. Ada kelonggaran dalam 90 hari ke depan agar konsumen tidak terdampak


Yang bikin runyam adalah Google memutuskan Huawei tidak bisa menggunakan versi penuh Android di produk masa depan. Tapi Huawei menyatakan hal itu bukan niat Google.

Video: Huawei Sebut Google Tak Berniat Blokir Mereka

[Gambas:Video 20detik]



"Mereka memiliki motivasi nol untuk memblokir kami. Kami bekerja erat dengan Google untuk mengetahui bagaimana Huawei bisa mengendalikan situasi dan imbas dari keputusan Departemen Perdagangan AS," sebut Abraham Liu, perwakilan Huawei untuk Uni Eropa.


Ia menambahkan Huawei tidak mau menyalahkan Google atas keputusannya itu. Dan saat ini masih terlalu awal untuk mengetahui apa konsekuensi yang akan ditimbulkan.

"Huawei menjadi korban bully pemerintah AS. Ini bukan hanya serangan bagi Huawei. Ini merupakan serangan melawan aturan," pungkas dia. (fyk/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed