Selasa, 21 Mei 2019 17:18 WIB

Xiaomi Terus Pantau Sanksi AS ke Huawei

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ponsel Huawei. Foto: Reuters Ponsel Huawei. Foto: Reuters
Hong Kong - Sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat pada Huawei dipantau berbagai pihak yang berkepentingan. Termasuk Xiaomi, yang seperti Huawei juga merupakan vendor asal China yang agresif berekspansi di mancanegara.

"Kami banyak melakukan pengamatan pada isu ini, tapi hal itu tidak punya dampak langsung bagi kami," kata Chew Shou Zhi, Chief Financial Officer Xiaomi yang dikutip detikINET dari South China Morning Post.

Dimasukkan dalam daftar hitam AS, Huawei dibatasi dalam membeli hardware, software, maupun layanan dari perusahaan teknologi AS. Termasuk pembatasan pemakaian sistem operasi Android oleh Google.




Huawei sendiri berstatus vendor ponsel terbesar kedua di dunia. Bos Xiaomi beberapa waktu sebelumnya juga pernah mengatakan pihaknya harus belajar pada Huawei.

"Pada faktanya, Huawei memiliki 32 tahun pengalaman yang bersejarah, sedangkan Xiaomi baru berusia 9 tahun. Ini perusahaan yang masih muda dan akan terus belajar dari Huawei pada seluruh aspek," ujar Lu Weibing, General Manager Redmi sekaligus Vice President Xiaomi Group




"Dunia membutuhkan Huawei, dan Xiaomi membutuhkannya juga," ucapnya menambahkan, seperti dikutip dari Gizchina.

Lebih lanjut, Weibing juga mengatakan bahwa Xiaomi percaya diri untuk mengejar Huawei yang dianggapnya sebagai lawan berat. Berdasarkan riset Gartner, sepanjang 2018 Huawei mengapalkan lebih dari 202 juta unit ponsel. Sedang Xiaomi mencatatkan pengapalan 122 juta unit di periode yang sama.

Video: Yuk Lihat Langsung Proses Perakitan Redmi Note 7!

[Gambas:Video 20detik]



Bisa jadi, Xiaomi perlu menggencarkan kehadiran mereka di Eropa, sebagaimana sudah dilakukan oleh Huawei yang 'terusir' dari Amerika Serikat. Hal itu sendiri sudah terlihat dengan dibukanya Mi Store anyar di Rumania.



(fyk/krs)