Selasa, 21 Mei 2019 16:31 WIB

AS Kasih Kelonggaran, Pendiri Huawei: Meremehkan!

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ren Zhengfei, Pendiri Huawei. Foto: AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI Ren Zhengfei, Pendiri Huawei. Foto: AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI
Jakarta - Amerika Serikat mengumumkan bahwa pihaknya memberikan tenggat waktu hingga 19 Agustus mendatang bagi Huawei untuk melakukan bisnis lagi dengan perusahaan asal Negeri Paman Sam. Kelonggaran yang diberikan setelah vendor asal China itu masuk dalam daftar hitam pemerintah AS justru membuat pendiri Huawei geram.

Ren Zhengfei mengatakan bahwa tindakan tersebut hanya berdampak kecil bagi perusahaan yang didirikannya pada 1988 itu. Ia mengklaim pihaknya sudah membuat sejumlah persiapan untuk skenario pembatasan seperti ini.




"Keputusan pemerintah AS saat ini meremehkan kemampuan kami," ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Selasa (21/5/2019).

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa Huawei telah bersiap agar teknologi intinya tetap terjaga. Jika dilihat dari tindakan perusahaan yang berkantor pusat di Shenzen, China, ungkapan Zhengfei memang bukan omong kosong belaka.

Patut diketahui sebelumnya, Google telah memutuskan untuk membatasi akses Huawei terhadap Android. Selain itu, Intel dan Qualcomm juga dilaporkan bakal membekukan pasokan chip mereka ke Huawei.

Untuk kasus dengan Google, induk perusahaan Honor ini telah menciptakan sistem operasinya sendiri yang bernama Hongmeng. Selain itu, mereka juga sudah biasa dalam mendistribusikan aplikasi di dalam ponselnya melalui toko aplikasi sendiri di China, lantaran Google diblokir di Negeri Tirai Bambu.

Selain itu, untuk masalah dengan Intel dan Qualcomm, Huawei dilaporkan sudah meminta kepada para pemasoknya untuk menyetok persediaan untuk setahun ke depan. Permintaan tersebut diutarakannya enam bulan lalu sebagai bentuk antisipasi pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.




Lebih lanjut, khusus untuk ponsel, Huawei juga sudah punya prosesor dan modem sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada Qualcomm. Melalui anak perusahaan bernama HiSilicon, mereka punya chipset dalam diri Kirin dan modem bernama Balong.

Menarik untuk ditunggu bagaimana kiprah Huawei dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat selanjutnya. Dengan segala persiapan yang sudah dilakukannya, bukan tidak mungkin jika mereka bisa selamat dari jerat pemerintah negara pimpinan Donald Trump itu.


Tonton video Batasi Huawei, Google Dianggap Lukai Diri Sendiri:

[Gambas:Video 20detik]


AS Kasih Kelonggaran, Pendiri Huawei: Meremehkan!
(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed