Senin, 20 Mei 2019 13:46 WIB

Microsoft Mau Ikutan Blokir Huawei?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Logo Huawei. Foto: Gettyimages Logo Huawei. Foto: Gettyimages
Jakarta - Google baru-baru ini mengumumkan pihaknya akan memberlakukan pembatasan akses Android ke Huawei. Hal ini merupakan imbas dari masuknya produsen ponsel asal China itu ke dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat.

Selain Google, ada kemungkinan Microsoft juga akan mematuhi aturan dari pemerintah Amerika Serikat, sebagaimana detikINET kutip dari The Verge, Senin (20/5/2019). Walau demikian, belum ada keterangan resmi yang dilontarkan oleh perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen itu.

Microsoft sendiri sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah negara asalnya dalam berbagai hal. Salah satunya adalah penerapan sistem cloud mereka, Azure, ke sejumlah instansi pemerintahan di sana.




Saat ini Huawei masih mempercayai Intel sebagai pemasok prosesor untuk laptopnya. Nahasnya, perusahaan tersebut, bersama Qualcomm dan Broadcom, mengikuti jejak Google dengan membekukan kesepakatan pasokan chip miliknya ke Huawei.

Jika mencari opsi pengganti, sejatinya MediaTek punya prosesor untuk laptop. Sayangnya, ia hanya memproduksi prosesor kelas bawah, yang tentunya tidak mungkin disematkan Huawei pada laptop high-end miliknya seperti MateBook X Pro (2019).

Video: Masuk Daftar Hitam Trump, Google Akan Batasi Bisnis dengan Huawei

[Gambas:Video 20detik]



Menarik untuk ditunggu apa yang akan dilakukan oleh Huawei. Bisa jadi, mereka akan mendorong anak perusahaanya, HiSilicon, untuk memproduksi prosesor untuk laptop, sebagaimana mereka mampu membuat Kirin yang dapat menandingi Snapdragon.




(mon/krs)