Kamis, 02 Mei 2019 15:12 WIB

MediaTek Tak Ingin Terus Dipandang Sebelah Mata

Adi Fida Rahman - detikInet
MediaTek tak ingin terus dipandang sebelah mata. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet MediaTek tak ingin terus dipandang sebelah mata. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta - Tidak dipungkiri ketika ponsel ditenagai chipset MediaTek terkadang langsung dipandang sebelah mata. Rupanya mereka menyadari akan hal itu.

Pang Sui Yen, Senior Manager Corporate Sales Asia Afrika MediaTek, mengatakan pandangan miring tentang pihaknya tidak saja di Indonesia saja. Sejumlah negara berkembang pun menilai yang sama.

"Ini masalah marketing saja. Karenanya kami akan lebih sering lagi membahas apa saja produk yang dibuat MediaTek dan keunggulannya," kata Pang Sui Yen, Senior Manager Corporate Sales Asia Afrika saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/5/2019).



Yen pun lantas membeberkan kemampuan Helio P70. Chipset ini sudah tersedia di Indonesia lewat ponsel Oppo F11 Pro, Vivo V15 dan Realme U1.

Sejumlah peningkatan disematkan MediaTek pada chipsetnya itu. Tidak saja performa CPU dan GPU, fitur kecerdasan buatan (AI) turut ditingkatkan. Selain itu, Helio P70 diklaim handal mendukung fotografi malam.
MediaTek Tidak Ingin Terus Dipandang Sebelah MataPang Sui Yen. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet

"Kami menanamkan 3 core ISP dan 2 core APU, sementara kompetitor masih 2 core ISP dan DSP. Ini membuat Helio P70 lebih powerful," papar Yen.

Yen mengakui jika chipsetnya tidak se-ngebut prosesor tetangga. Tapi kalau bicara efisiensi dan AI, mereka mengaku lebih unggul. Klaim tersebut dibuktikan dengan nilai benchmark AI yang diperoleh penerus Helio P70.

"Helio P90 berada di urutan pertama, mengalahkan chipset flagship kompetitor," kata Yen.



Tak lama lagi MediaTek akan mengumumkan chipset premium baru. Rencananya akan dibeberkan di ajang Computex di Taiwan akhir Mei nanti.

"Kami akan menghadirkan teknologi canggih yang cocok untuk konsumen tapi dengan harga terjangkau," pungkas Yen. (afr/fyk)