Jumat, 26 Apr 2019 06:47 WIB

Alasan Kenapa Televisi 8K Patut Dilirik

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Samsung mulai memasukan televisi 8K ke Indonesia, ini menjadikan mereka yang pertama di industri. Tapi sudah patutkan teknologi ini menghiasi ruang keluarga kamu?

Senior Product Marketing Manager TV and Audio Visual Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayunudin mengatakan banyak keunggulan yang ditawarkan televisi 8K dibandingkan perangkat dengan resolusi di bawahnya.


Paling utama adalah layar. Idealnya televisi layar besar harusnya memiliki resolusi yang tinggi agar gambar yang tersaji lebih baik. Bila layarnya besar, tapi resolusinya kecil, maka kepadatan pixelnya akan rendah.

Ini akan ketara bila kita menyandingkan televisi layar 65 inch dengan resolusi 4K UHD dengan 8K. Perbedaan keduanya akan terlihat cukup signifikan.

"Big tv seharusnya punya big resolution, karenanya muncul 8K. Dibandingkan UHD, layar 8K jauh lebih detail dan tajam," jelas Ubay.

Untuk diketahui televisi UHD bisa menampilkan 8 juta pixel dalam satu panel (3840 x 2160 pixel). Ukuran tersebut 4 kali dari Full HD.

Sementara televisi 8K memiliki 33 juta pixel dalam satu panelnya (7680 x 4320 pixel). Ini empat kalinya 4K atau 16 kalinya Full HD.

Alasan Kenapa Televisi 8K Patut DilirikFoto: Adi Fida Rahman/detikINET
Dengan kerapatan pixel yang lebih baik, sudut pandang makin luas terutama bila pengguna melihatnya dari jarak yang sama. Selain itu memungkinkan kita menonton dari jarak yang lebih dekat ke TV.

"Kita akan disuguhkan pengalaman sinematik yang nyata," ujar Ubay.

Ketersediaan konten bukan lagi hal yang patut dikhawatirkan. Saat awal-awal televisi 4K UHD diperkenalkan, ketersediaan konten relatif lambat, salah satu menyebabnya alat untuk memutar konten.

"Industri kala itu bingung, apakah butuh pemutar konten. Bila harus memproduksi Blu-ray 4K, artinya perlu produksi massal kepingan disknya. Akhirnya tidak berkembang. Di Indonesia cuma Samsung yang mengeluarkan 4K player, itu pun cuma satu seri saja," cerita Ubay.


Kondisi berbeda dengan 8K. Ubay memprediksi ketersediaan konten 8K jauh lebih cepat tersedia. Pasalnya mediumnya lebih mudah, misalnya lewat layanan video streaming.

"Sekarang sudah serba digital. Pembuat konten pun sudah direkam dalam 8K atau 12K, sehingga lebih bebas di-customize sesuai media penayangannya. Misalnya Netflix, saat ini baru 4K. Ketika infrastrukturnya sudah siap, tinggal menanamkan 8K dalam layanannya," paparnya.

"Jadi saya yakin konten 8K akan lebih cepat tersedia. Karena arahnya sudah jelas," tegasnya.

Sembari menunggu konten 8K tersedia, Samsung memberikan fitur AI Upscaling pada televisi 8K-nya. Agar pengguna tetap bisa menikmati konten yang memuaskan mata kendati source videonya memiliki resolusi rendah.

Alasan Kenapa Televisi 8K Patut DilirikFoto: Adi Fida Rahman/detikINET
AI Upscaling sendiri diklaim punya keunggulan dalam menampilkan gambar. Dikembangkan Samsung selama 10 tahun.

Berbeda dengan kemampuan upscaling sebelumnya, dalam fitur AI Upscaling punya Machine Learning Super Resolution. Nantinya data yang masuk tidak langsung di-upscale, tapi diklasifikasikan.

"Bagian mana yang perlu ditajamkan. Mana yang harus dihilangkan noise, mana yang perlu dibuat objek baru. Berdasarkan itu semua kemudian diolah dan diciptakan formula baru untuk di-upscaling," jelas Ubay.

"Semakin sering digunakan untuk menonton, kualitas gambarnya akan makin bagus. Karena AI makin banyak menerima informasi," pungkasnya.

Nah sudah siap beralih ke televisi 8K? (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed