Senin, 01 Apr 2019 16:00 WIB

Tujuh Tahun Silam, Samsung Rebut Takhta Nokia

- detikInet
Nokia 6600. Foto: istimewa Nokia 6600. Foto: istimewa
Jakarta - Nokia menghabiskan 14 tahun sebagai raja ponsel dunia. Pada akhir periode 1990-an hingga akhir 2000-an, perusahaan asal Finlandia ini merupakan ponsel idaman yang dipegang sejuta umat.

Tapi nasib mereka harus berbalik ketika smartphone mulai merajalela. Dilansir detikINET dari Android Authority, Senin (1/4/2019) pada akhir kuartal pertama tahun 2012, penjualan ponsel buatan Nokia pun semakin merosot dan Samsung pun menjadi vendor ponsel nomer satu.



Kemunduran yang dialami Nokia sepertinya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Contohnya ketika mereka memutuskan untuk mengembangkan sistem operasinya sendiri, Symbian, yang diharapkan dapat menjadi pesaing iOS dan Android.

Ketika Symbian tidak berhasil mencapai sukses yang diinginkan, Nokia pun menjalin kerjasama dengan Microsoft untuk menciptakan sistem operasi mobile lainnya yaitu Windows Mobile. Sama seperti Symbian, nasib Windows Mobile pun turut menjadi produk gagal.

Tapi, bukan hanya kebijakan Nokia yang membuatnya kewalahan menghadapi Samsung. Saat itu, Samsung dan Apple yang merupakan dua rival utama Nokia juga telah membuat salah satu smartphone terbaik mereka.

Samsung saat itu telah meluncurkan Galaxy S2 dan sedang bersiap untuk peluncuran Galaxy S3 pada kuartal kedua tahun 2012. Sedangkan Apple juga sudah pernah menyalip posisi Nokia pada tahun 2011, setelah peluncuran iPhone 4.



Tapi, Nokia kini mencoba bangkit perlahan setelah Microsoft Mobile menjual bisnisnya kepada HMD Global. HMD Global mulai menjual smartphone Android dengan merek Nokia pada tahun 2016 dan hingga kini telah berhasil menjual lebih dari 70 juta perangkat.

Bahkan Nokia kini telah kembali ke persaingan smartphone global. Pada tahun lalu Nokia mencapai peringkat sembilan dalam jumlah smartphone yang dikapalkan. (vim/fyk)