Selasa, 19 Mar 2019 17:55 WIB

Sepak Terjang Galaxy J, Andalan Samsung yang Kini Tamat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Galaxy J Prime. Foto: detikINET/Yudhianto Galaxy J Prime. Foto: detikINET/Yudhianto
Jakarta - Seri Galaxy J tinggal kenangan karena dipastikan diganti Galaxy A, yang dikembangkan punya banyak model berharga mahal sampai murah. Belum lagi kehadiran Galaxy M, sehingga tampaknya membuat Samsung tak punya pilihan selain menghentikan seri yang pernah jadi andalan itu.

Galaxy J memang bukan smartphone untuk kelas high end, sasarannya di pasar menengah ke bawah. Tapi seperti diketahui, di situlah terjadi volume penjualan yang besar karena banderol yang cocok bagi kantong banyak orang.

Pertengahan tahun lalu, pihak Samsung mengkonfirmasinya. "Kita tidak pernah fokus di satu segmen saja. Jadi satu tim itu sudah dibagi flagship, mid level seri A, entry seri J. Itu sudah masing-masing fokusnya sama, tiap segmen harus digedein," ujar Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Irfan Rinaldi.




"Kita sekarang ini flagship otomatis jadi salah satu pilar utama di Samsung. Tapi mau dibilang gedean mana A sama J, dua-duanya penting sih. Tapi memang kalau dari segi volume, J paling gede," tambahnya ketika itu.

Di negara berkembang seperti Indonesia atau India, Galaxy J laris manis. "Harga kompetitif dan aktivitas marketing agresif adalah faktor pendorong utama bagi pasar Asia Tenggara yang sensitif harga," kata Jensen Ooi, Market Analyst IDC.

Menengok ke belakang, seri pertama Galaxy J muncul pada tahun 2013 di pasar Jepang, lalu Taiwan. Kala itu, Galaxy J sebenarnya ditujukan untuk pasar menengah atas dengan spek cukup baik di masanya. Bodinya juga terbuat dari metal, sesuatu yang masih langka bagi Samsung zaman tersebut.

Tapi di kemudian hari, makin banyak varian Galaxy J. Harganya pun dibuat Samsung tak terlalu menguras kantong dengan penampilan trendi, membuatnya banyak diminati.

Belakangan sayangnya, agresivitas vendor ponsel asal China yang berani jual murah dengan spek lumayan, agaknya membuat Samsung berpikir untuk menyegarkan segmen menengah ke bawah. Alhasil, Galaxy J yang sudah berumur sekitar 6 tahun dihentikan. Gantinya adalah Galaxy A yang sebelumnya lebih menyasar pasar mid end.




"Upgrade Galaxy J Anda dan jadilah bagian dari Era of Live bersama Galaxy A Series," kata Denny Galant, Head of Product Marketing IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia dalam keterangannya.

Deretan seri Galaxy A itu dipastikan mulai dijual Maret ini di Indonesia. Informasi harganya belum disebutkan, tapi bocorannya dengan bekal uang mulai sejutaan rupiah, konsumen sudah bisa mendapatkan seri Galaxy A. Sayonara, Galaxy J.


(fyk/krs)