Galaxy Fold vs Mate X di Mata Pengamat Gadget

Galaxy Fold vs Mate X di Mata Pengamat Gadget

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 25 Feb 2019 18:57 WIB
Huawei Mate X. Foto: Reuters
Jakarta - Samsung dan Huawei merilis smartphone layar lipat di waktu yang hampir bersamaan. Baik Galaxy Fold maupun Mate X, sama-sama menarik untuk diperbincangkan.

Memang, masih terlalu dini untuk menilai kedua ponsel ini, karena Galaxy Fold dan Mate X baru ditunjukkan dan belum ada reviewer yang mencobanya.

"Semua masih di show off dari tangan petinggi masing-masing brand. Biasanya hanya bisa ditampilkan yang terbaiknya," komentar pengamat gadget Lucky Sebastian, berbincang dengan detikINET, Senin (25/2/2019).



Namun setidaknya, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian para pengamat gadget, antara lain dari segi spesifikasi dan tampilannya yang masing-masing punya keunggulan dan kekurangan.

Lucky menilai desain Mate X menarik dengan layar yang lebih besar dan terlihat lebih tipis. Namun, posisi layar yang dilipat berada di luar dan selalu terekspos, bisa menjadi kelemahannya.

Huawei Mate XHuawei Mate X. Foto: Pocket Lint


"Kita tahu foldable OLED ini kan plastik, tidak bisa dilapis kaca seperti smartphone dengan Gorilla Glass. Apakah nanti jadi mudah baret atau tidak?," kata Lucky.

Sementara itu, lanjut Lucky, Galaxy Fold punya ukuran layar lebih kecil tapi terlipat ke dalam. Desain ini memang membuat layar lebih terlindung, namun ada juga kelemahannya.



"Radius lipatannya akan sangat kecil seperti kertas dilipat. Apakah layar bisa tahan lama dengan radius sekecil ini?," tanya Lucky.

Dikatakannya, dengan layar di dalam, Galaxy Fold bisa melakukan reverse wireless charging untuk gadget wearable lain yang sepertinya tidak dipunya Mate X. Di sisi lain, Mate X punya keunggulan lain sudah punya koneksi 5G.

"Masih banyak hal yang perlu kita perhatikan selain spek di atas kertas untuk mengetahui siapa lebih unggul," ujarnya.

Galaxy Fold.Galaxy Fold. Foto: YouTube Samsung



Namun menurutnya, persaingan teknologi adalah hal yang bagus karena pada akhirnya akan berdampak langsung pada konsumen yang menikmatinya.

"Karena mereka akan push lebih cepat teknologinya untuk membuat yang terbaik, sehingga konsumen nanti segera mendapatkan teknologi foldable smartphone yang lebih mumpuni," sebutnya.



Melihat tren smartphone layar lipat, Lucky menilai, bisa saja ponsel model baru ini menggantikan ponsel 'biasa' yang ada sekarang.

"Bisa jadi (menggantikan ponsel yang ada sekarang), ketika orang-orang benar merasakan manfaatnya. Namun mungkin juga nggak, tinggal seberapa kuat ekosistem pendukungnya," tutupnya. (rns/fyk)