Jumat, 22 Feb 2019 15:53 WIB

Galaxy Fold Jadi Pertanda Buruk buat iPhone

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ponsel layar lipat Galaxy Fold. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET Ponsel layar lipat Galaxy Fold. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
FOKUS BERITA Gebrakan Galaxy S10
Jakarta - 9 Januari 2007, Steve Jobs naik ke panggung dan memperkenalkan iPhone generasi pertama. Berbekal layar sentuh luas kala itu dan didukung ekosistem aplikasi beragam, iPhone sukses menuai decak kagum.

Layar sentuh yang intuitif serta dukungan ekosistem kuat ala iPhone, kemudian menginspirasi vendor ponsel lain mengikuti jejak Apple. Ya, Apple dulu identik dengan inovasi hebat. Sekarang, predikat itu mulai terkikis.

iPhone dinilai mulai lambat menelurkan fitur terobosan. Dan Samsung yang dulu sering dianggap pengekor, telah menggebrak dengan kemunculan ponsel layar lipat Galaxy Fold. Galaxy Fold dianggap sebagai inovasi di tengah desain smartphone yang stagnan.




"Kemajuan smartphone makin sulit dilakukan perusahaan teknologi belakangan ini dan cenderung tidak lagi datang dari Apple," tulis kolumnis teknologi di news.com.au, Nick Whigham yang dikutip detikINET.

"Teknologi layar fleksibel akkhirnya dikuasai oleh para perusahaan teknologi dan Samsung akan menjadi salah satu yang pertama. Jika Apple memutuskan untuk mengikutinya, mungkin masih butuh waktu lama," tambah dia.

Samsung juga menelurkan Galaxy S10 versi 5G, yang akan jadi salah satu smartphone perdana mendukung jaringan super cepat tersebut. "Baik Galaxy Fold dan Galaxy S10 5G memang sangat mahal dan hanya menarik pengadopsi awal, namun bisa membuat orang meninggalkan perangkat Apple," tulis Nick.

Tidak cuma Samsung yang jadi pesaing utama Apple di pasar premium, deretan vendor asal China juga belakangan kerap memamerkan inovasi yang cukup bikin terpukau. Mereka lincah menawarkan hal-hal baru yang menarik konsumen.




Hal itu dinilai menjadi pertanda buruk bagi Apple. Apalagi penjualan iPhone belakangan makin turun sehingga inovasi baru perlu mereka hadirkan.

"Di kala Samsung dan manufaktur Asia lain seperti Huawei dan Oppo semakin menjadi yang pertama memulai fitur yang jadi headline, Apple tentu berada dalam risiko. Mari berharap Apple ingat apa yang membuat mereka hebat dan agar tak menyerah membuat ide produk yang mengubah permainan," pungkasnya.


(fyk/krs)
FOKUS BERITA Gebrakan Galaxy S10