Kembangkan Layar OLED
Samsung Tetap Ingin Jadi Yang Terdepan
- detikInet
Jakarta -
Samsung Electronics sedianya akan mengembangkan chip memori anyar dan layar OLED yang lebih tipis dari layar LCD. Hal ini sekiranya dapat mempertahankan posisinya sebagai produsen teknologi Asia terdepan selama sepuluh tahun mendatang.Produsen chip memori dan layar LCD terbesar di dunia itu, nantinya akan mengembangkan RAM magnetic generasi berikutnya. Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengembangkan chip RAM ferroelectric serta teknologi display Organic Light-Emiting Diode (OLED).Tak seperti Dynamic Random Access Memory (DRAM), chip RAM magnetik tetap bisa menyimpan data sesudah daya dimatikan. Kecepatannya bahkan lebih hebat. Sementara itu chip RAM ferroelectric memiliki kecepatan pengolahan data yang lebih cepat daripada flash memory nan hemat energi.Kedua teknologi itu nantinya akan digunakan di peralatan mulai dari smart card hingga di handset piranti bergerak high-end."Kami terus menerus melakukan riset untuk menghasilkan chip memori yang sempurna. Yang bisa menyimpan data sesudah daya dimatikan, hemat energi, dan memiliki kecepatan pengolahan data yang sangat cepat. Kemungkinan Samsung akan membuat chip itu di masa mendatang," papar Peter Yu, analis BNP Paribas, seperti dilansir Reuters yang dikutip detikinet Jumat (26/8/2005).Juru bicara Samsung mengatakan, perusahaan akan menghabiskan dana riset dan pengembangan sebanyak 5,4 trilyun won (1 won=Rp 10.0461 Sumber: xe.com) tahun ini. Melebihi dana riset tahun 2004 yang berkisar 4,8 triliun won. Dana terkait adalah sekitar 9 persen dari perkiraan perolehan pendapatan dari penjualan Samsung 2005."Samsung akan terus-menerus memperkuat produk andalannya yakni yang berfokus pada memori berkapasitas tinggi, semikonduktor generasi berikutnya, display dan TV digital," imbuhnya juru bicara tersebut.Para analis mengungkapkan Samsung akan fokus ke OLED yang masih dalam tahap awal pengembangan. Tidak seperti layar LCD yang sering dipakai di televisi dan monitor komputer--display OLED sedianya akan tampil lebih tipis, serbaguna dan hemat energi."Karena Samsung sudah menginvestasikan begitu banyak teknologi LCD, mereka akan menjadi satu-satunya perusahaan yang membuat display generasi berikutnya," tandas Yu.Layar OLED pasif diperuntukan untuk tampilan layar kecil seperti pada ponsel, perangkat audio mobil, dan lain-lain.Sementara itu, display aktif memiliki resolusi yang lebih tinggi dan konten informasi yang lebih baik. Chip ini ideal digunakan untuk video dan grafis pada layar yang lebih besar seperti pada laptop dan desktop komputer. Analis menaksir, biaya pembuatan OLED bisa mencapai 20 hingga 50 persen lebih murah daripada ongkos produksi layar LCD.
(ien/)