Jumat, 12 Okt 2018 16:21 WIB

Wawancara Khusus CEO Samsung

Samsung Tak Lupakan Smartphone Murah Meriah

Fino Yurio Kristo - detikInet
CEO Samsung DJ Koh saat meluncurkan Galaxy A9 (Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET) CEO Samsung DJ Koh saat meluncurkan Galaxy A9 (Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET)
Kuala Lumpur - Ponsel menengah ke atas, apalagi seri flagship, memang seksi dibicarakan; fiturnya mumpuni, harganya pun lumayan wah. Tapi sesungguhnya, banyak sekali minat di segmen smartphone murah. Samsung sadar akan hal itu.

Terkhusus di negara berkembang seperti Indonesia dan India, pasar smartphone harga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta terindikasi banyak peminat. Samsung pun menegaskan mereka menggarap segmen itu dengan serius.




"Performa Samsung di kelas bawah tidak buruk. Mungkin di Indonesia, jutaan orang masih memakai feature phone. Di India, setiap bulan, 7 juta pengguna feature phone pindah ke smartphone berharga murah," kata CEO Samsung DJ Koh dalam wawancara khusus dengan media Indonesia termasuk detikINET.

Ya, pengguna feature phone di negara berkembang memang masih melimpah. Dan mereka ini adalah sasaran potensial smartphone berharga murah saat ingin naik kelas.

"Segmen itu cukup penting bagi kami," sebut DJ Koh.

Meskipun banderolnya murah, Samsung mengklaim tidak asal-asalan dalam menggarap ponsel menengah ke bawah. Kualitas dan user experience selalu jadi perhatian.

"Meskipun handset tersebut harganya di bawah USD 200, kami tetap menggarapnya dengan sangat serius," tutur DJ Koh.

Dengan harga murah, mungkin fiturnya banyak dipangkas. Akan tetapi user experience tidak dikorbankan. Itulah salah satu strategi Samsung menguasai pasar smartphone low end.




"Jadi ketika mereka membelinya, kami mungkin tidak bisa memasukkan semua fitur dan semua hal, tapi user experiencenya tetap baik saat mereka memilikinya. Jauh lebih baik dari feaure phone," lanjut dia. (fyk/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed