Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Keseringan Pakai iPod, Picu Halusinasi Musik

Keseringan Pakai iPod, Picu Halusinasi Musik


- detikInet

Jakarta - Psikiater asal Wales, mengklaim bahwa beberapa pengguna iPod pernah mengalami halusinasi musik. Mereka seolah-olah mendengar musik yang diputar di kepalanya, dan mengakibatkan gangguan tidur.Adalah Dr Victor Aziz, psikiater yang mengungkapkan hal tersebut. Seperti dikutip detikinet, Jumat (29/7/2005) dari PCW Interactive Aziz mengatakan, efek ini dapat terjadi ketika seseorang mendengarkan lagu yang sama dalam waktu yang lama. Halusinasi ini menyebabkan seakan-akan ada lagu yang diputar dikepalanya. Efek halusinasi ini dapat menyebabkan kesulitan tidur pada beberapa pasiennya."Orang tersebut tidak dapat tidur dan tidak dapat berpikir dengan baik," kata Aziz. "Lantunan lagu yang selalu terngiang adalah normal, tetapi halusinasi musik cukup menyusahkan seseorang."Dr Aziz menemukan fenomena ini pertama kali sejak tujuh tahun lalu, ketika dia menangani operasi jantung Reginald King.King mengatakan, dirinya mulai mendengar lagu pop dan musik klasik dan hal ini selalu terulang sejak saat itu. Lagu yang terdengar tak pernah putus, seperti sedang mendengarkan tangga lagu pada sound system. Dr Aziz menyebut apa yang dialami King sebagai halusinasi musik.Dr Aziz menjadi bagian dari sekelompok kecil psikiater dan neurolog yang menyelidiki kondisi ini. Mereka menduga, halusinasi yang dialami King dan pasien lainnya adalah hasil dari disfungsi jaringan otak yang dalam kondisi normal memungkinkan seseorang terngiang-ngiang dengan musik.Dr Aziz percaya kondisi ini sudah ada selama berabad-abad, tetapi penggunaan perangkat musik personal makin memperburuk situasi, karena alat tersebut menerima lantunan lagu secara berulang kali.Bulan Juli, Dr Aziz dan rekannya Dr Nick Warner mempublikasikan adanya 30 kasus dari halusinasi musik, yang ditemukan selama 15 tahun di Wales bagian selatan. Ini merupakan kasus terbesar yang dipublikasikan untuk fenomena ini."Kami berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang pasien hari demi hari," kata Dr Aziz."Kami menanyakan banyak hal yang belum dijawab dalam riset sebelumnya. Contohnya apa yang mereka dengar, apakah mereka mendengar dalam jarak yang dekat atau jarak jauh?" paparnya.Tidak ada prosedur standar untuk mengobati halusinasi musik ini. Sejumlah dokter menggunakan obat antipsychotic dan beberapa terapi untuk membantu pasien mengerti apa yang terjadi pada otak mereka."Kadang-kadang, hal-hal sederhana bisa menjadi obat," Dr Aziz mengatakan. "Menyalakan radio mungkin lebih penting daripada memberikan pengobatan."Dr Aziz menduga bahwa halusinasi musik akan jadi hal yang biasa, karena makin banyak musik yang dimainkan di berbagai media. (wicak/)





Hide Ads