Hal ini dikonfirmasi Tesla setelah mereka menandatangani perjanjian awal dengan pemerintahan Shanghai untuk membuat pabriknya di kota itu. Tesla juga menyebut mereka akan jadi satu-satunya pemilik pabrik itu, alias tak bekerja sama dengan perusahaan lokal.
Padahal, Pemerintah China sebelumnya selalu mewajibkan perusahaan asing untuk menggandeng perusahaan lokal jika ingin mengekspansi bisnisnya ke Negeri Tirai Bambu tersebut, demikian dikutip detikINET dari CNN Money, Kamis (12/7/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tesla Seret Mantan Karyawan ke Meja Hijau |
Pabrik Tesla di Shanghai itu ketika sudah beroperasi penuh akan bisa memproduksi 500 ribu mobil setiap tahunnya. Pembangunan pabriknya sendiri akan segera dimulai saat mereka mendapat izin-izin tambahan. Proses pembangunan pabriknya sendiri diperkirakan butuh waktu 2 tahun, dan tambahan 3 tahun lagi untuk bisa beroperasi maksimal.
"Tesla sangat berkomitmen di pasar China, dan kami tak sabar untuk memproduksi lebih banyak mobil untuk konsumen di sini," ujar juru bicara Tesla.
Biaya pembangunan pabrik ini tak diungkap ke publik. Namun pemerintah lokal Shanghai menyebut ini adalah proyek perakitan paling besar dalam sejarah Shanghai, setidaknya yang melibatkan investasi asing.
Meski jadi pemilik satu-satunya, perjanjian Tesla dengan pemerintah China juga menyebutkan adanya perjanjian investasi antara Tesla dengan pemerintah lokal. Tesla juga akan berkooperasi dalam hal teknologi, riset dan pengembangan. (asj/afr)