Minggu, 03 Jun 2018 13:35 WIB

Pemerintah Ajak Vendor Ponsel Nasional Bikin Asosiasi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Menkominfo Rudiantara. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Menkominfo Rudiantara. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Serbuan vendor global, khususnya dari China, membuat peta persaingan pasar gadget di Indonesia begitu sengit. Para vendor lokal pun diimbau untuk bersatu dengan membentuk asosiasi tersendiri.

Dalam beberapa tahun terakhir, agresifnya sejumlah pemain utama, seperti Vivo, Oppo, hingga Samsung terus meningkatkan pangsa mereka untuk merajai pasar ponsel pintar di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mendukung penuh apabila smartphone merek lokal membentuk asosiasi agar bisa terus bersaing di rumah sendiri.

"Bikin dong, nanti kumpul. Habis Lebaran, makan siang sama saya di kantor. Ngobrol, nanti saya ajak pak Erlangga (Menteri Perindustrian), kan kebijakan industri ada di pak Erlangga, bukan di saya," ujar Rudiantara beberapa waktu lalu terkait tanggapan wacana pembentukan asosiasi vendor lokal.


Kendati begitu, Rudiantara mengatakan bahwa secara regulasi, pemerintah tidak akan membuat kebijakan yang hanya ditujukkan kepada individu perusahaan, melainkan pemerintah lebih menyasar kepada sektor.

"Regulasi harus mengarah ke sektor, bukan perusahaan. Jadi, kami tidak bisa memberikan keringan pajak ke perusahaan tapi ke industri," sebutnya.

Sementara itu, Advan yang merupakan salah satu brand nasional mengungkapkan rasa antusiasnya. Disampaikan oleh Marketing Director Advan Tjandra Lianto, bahwa pihaknya menginisiasi pembentukan asosiasi vendor lokal ini.

Sementara itu, pabrik Advan yang terletak di Semarang, menurut Tjandra, dapat menjadi landasan optimis pihaknya untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Sekarang ini Advan berada di peringkat ketiga pangsa pasar Indonesia dengan penguasaan sebesar 7,7%," ucapnya.

Pabrik yang memiliki luas area sekitar 15 ribu meter persegi ini mampu memproduksi perangkat, mulai dari smartphone hingga tablet sampai 30 ribu unit per harinya. Advan berencana dalam waktu dekat ini untuk memperluas area produksinya itu, begitu juga soal kapasitas 'kelahiran' perangkatnya. (asj/asj)