BERITA TERBARU
Jumat, 25 Mei 2018 19:13 WIB

Gagal Total, Bapak Android Jual Diri?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Android Central Foto: Android Central
Jakarta - Kegagalan yang melanda smartphone Essential, berujung dengan berpotensinya perusahaan dilego seutuhnya.

Gagalnya ponsel Essential dalam mencatatkan penjualan yang signifikan, ternyata berbuntut panjang. Setelah proyek ponsel Essential 2 terhenti, produsen smartphone dan gadget yang didirikan oleh Bapak Android Andy Rubin, ini pun dilaporkan tengah mencari opsi agar dapat dilego.

Diperkirakan, perusahaan bernama Essential Products tersebut akan dilego secara utuh, termasuk di dalamnya hak paten, produk, dan sumber daya manusianya. Opsi itu menjadi pilihan dibanding harus dijual sedikit demi sedikit dari tiap-tiap unit bisnis, sebagaimana detikINET kutip dari CNET, Jumat (25/5/2018).



Hal ini bisa dikatakan sangat ironis bila hal itu terwujud. Sebab, Essential bergelut di pasar smartphone belum genap tiga tahun. Sebagai informasi, Andy Rubin mendirikan perusahaan ini pada November 2015 lalu.

Selain itu, keputusan penjualan perusahaan ini juga karena mereka sudah menggelontorkan dana lebih dari USD 100 juta untuk mengembangkan lini produk perdananya meliputi ponsel dan kamera 360 derajat, dengan disusul Essential Home, perangkat pendukung rumah pintar, yang dirilis tahun lalu. Belum lagi, biaya membangun perusahaan mencapai tiga kali lipat dari nominal yang dibutuhkan dalam pembuatan lini produk perdana.

Meski begitu, Essential tampaknya masih belum sepenuhnya menyerah. Hal tersebut terlihat dari kicauan Rubin yang mengungkapkan bahwa perusahaannya tengah mengembangkan produk baru.

"Kamu selalu memiliki sejumlah produk yang dikembangkan dalam waktu bersamaan dan kami membatalkan beberapa di antaranya demi mewujudkan satu yang kami pikir akan menjadi besar," tulis Rubin melalui akun Twitter pribadinya.



"Kami berusaha sungguh terhadap produk yang akan mengubah situasi di masa depan, dengan perangkat mobile dan rumah pintar termasuk di dalamnya," tulisnya menambahkan.

Menarik untuk ditunggu, bagaimana nasib dari Essential ke depannya. Mengingat pilihan mereka hanya dua, antara berhasil menghadirkan produk yang menjadi pembeda atau harus terpaksa dilego secara seutuhnya. (agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed