Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sistim Desktop Nasional IGOS Tak Selamanya Gratis

Sistim Desktop Nasional IGOS Tak Selamanya Gratis


- detikInet

Jakarta - Aplikasi perkantoran, buatan komunitas open source tanah air, direncanakan meluncur Agustus. Aplikasi ini memang dibagikan gratis, tapi tidak semua layanan yang menyertainya digratiskan.Sistim Desktop Nasional muncul ke hadapan publik pertama kali di acara open house yang diadakan Kementerian Riset dan Teknologi, hari ini Selasa (12/7/2005), di lobi Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Sistim ini merupakan hasil garapan tiga komunitas pendukung open source, yaitu antara PT Inti, IPTEKnet dan LIPI. Ditemui di stan LIPI, Ana Heryana, salah seorang perwakilan LIPI mengatakan, sistim ini ditujukan awalnya untuk para pengguna desktop. "Deployment awalnya untuk lembaga-lembaga pemerintahan," kata Ana kepada detikinet, Selasa (12/7/2005).Ana mengatakan, untuk ke depannya aplikasi ini tidak lagi digratiskan. "Nantinya akan dikenakan bayaran sebesar US$30 sampai US$50 per klien," katanya. "Pembayaran hanya untuk maintenance seperti patch, training, update. Yang tidak bayar, tidak mendapatkan layanan tersebut," imbuhnya.Disampaikan Ana, aplikasi ini kemungkinan akan meluncur pada 10 Agustus 2005. Tapi untuk kepastiannya masih harus menunggu keputusan jajaran manajemen atas.Herry A. Aziz, dari Iptek Net mengatakan, aplikasi ini diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat akan produk-produk berlisensi. "Dari segi security, aplikasi ini juga aman karena untuk produk software ini ada komunitas yang menangani, jadi begitu ada kerusakan atau masalah, bisa langsung ditangani," tuturnya.Sistim Desktop Nasional dari komunitas IGOS ini memakai software StarOffice dari Sun Microsystems sebagai aplikasi perkantoran. Dilengkapi Mozilla Firefox untuk browser, Evolution untuk e-mail klien, Gnome untuk window manager, dan memakai kernel Linux SuSe. Aplikasi ini jalan di sistim dengan spesifikasi minimum Pentium III 256. (wicak/)





Hide Ads