Jumat, 27 Apr 2018 19:46 WIB

Bos Meizu Mau Blusukan Pabrik ke Semarang

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Meizu M6 yang baru dirilis. Foto: Muhamad Alif Goenawan/detikINET Meizu M6 yang baru dirilis. Foto: Muhamad Alif Goenawan/detikINET
Jakarta - Untuk bisa berjualan di Indonesia, Meizu harus taat pada aturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang berlaku. Meski sudah menggandeng dua perusahaan perakitan lokal, Meizu rencananya akan mencari lagi mitra perakitan.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Meizu Global Office CEO Guo Wanxi di acara peluncuran M6 dengan JD.ID. Sayang, ia tidak mengatakan jadwalnya secada rinci, tapi hanya dikatakan dalam waktu dekat.

"Selain datang untuk peluncuran M6 ini, tujuan saya ke Indonesia adalah untuk mendatangi Semarang mencari mitra untuk perakitan di Indonesia," ujar Wanxi di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Jumat (26/4/2018).



Ia pun belum mau memberitahu dengan siapa tepatnya Meizu akan bekerjasama. Tapi menurutnya, perusahaan ini punya kerjasama dengan vendor lain, seperti Xiaomi dan Samsung.

Jauh-jauh dari China, Bos Meizu Mau Blusukan Pabrik ke SemarangPeluncuran Meizu M6. Foto: Muhamad Alif Goenawan/detikINET


Saat ini Meizu sejatinya sudah menjalin kerjasama dengan dua perusahaan perakitan di Indonesia, yakni PT Satnusa Persada di Batam dan PT Panggung Electric Citrabuana.



"Dan suatu hari lagi, kami akan menambah fasilitas perakitan. Untuk yang di Semarang ini saya baru akan melihat-lihat seberapa besar pabrik tersebut," ujarnya.

M6 sendiri menjadi satu dari beberapa produk Meizu yang beredar di Indonesia. Selain M6 adapula M5 Note dan M5C. Semua produk ini diklaim sudah memenuhi TKDN. (rns/rns)