Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pornografi Demi Raih Laba?
Video Esek-Esek Eksklusif Hadir Untuk PSP
Pornografi Demi Raih Laba?

Video Esek-Esek Eksklusif Hadir Untuk PSP


- detikInet

Jakarta - Bisnis esek-esek di mana pun seperti 'nggak ada matinya'. Konsol game PlayStation Portable (PSP) buatan Sony Computer Entertainment pun disinyalir akan jadi pasar potensial untuk mengeruk laba besar. Setidaknya ada delapan video porno akan dijual secara eksklusif untuk PSP di Jepang. Konsol Sony tersebut memang disebut-sebut sebagai 'Walkman' abad 21 yang bisa memainkan game dan menonton film.Produsen video esek-esek yang berasal dari Tokyo menyebutkan pada situsnya, lima video porno edisi khusus PSP akan diluncurkan tanggal 8 Juli 2005. Ini pertama kalinya di dunia, teknologi Universal Media Disc (UMD)--generasi baru media penyimpan--dipakai untuk film dewasa. Harga kelima film tersebut diperkirakan sekitar US$ 25-30 (Rp 240 - 290 ribu). Produsen lain diperkirakan akan meluncurkan tiga lagi seminggu setelahnya.Soal hal itu, Sony mengatakan tidak memiliki wewenang untuk menghentikan peredaran video porno pada PSP. "Sulit sekali untuk kami melarang peredaran," kata Koichiro Katsurayama, juru bicara Sony Computer Entertainment seperti dilansir AFP Jumat (17/6/2005).Menurut Katsurayama, Sony tidak memberikan spesifikasi untuk UMD, yang artinya tidak perlu persetujuan dari Sony untuk memodifikasi. Hal tersebut tidak seperti game PSP yang memerlukan lisensi. Kebijakan untuk memberlakukan larangan regional juga tergantung keputusan pembuat video porno. Artinya Sony tidak berhak memblokir pengguna PSP untuk menjalankan video yang dirilis di Jepang pada PSP yang dibeli di luar Jepang.Untuk menenangkan para orangtua yang kuatir, juru bicara Sony menyebutkan adanya kemampuan PSP untuk mencegah anak-anak melihat film dewasa pada game konsol tersebut. Demi Raih Laba?Katsurayama juga menepis rumor bahwa Sony sengaja membiarkan pornografi di PSP demi meraup keuntungan. Sejarahnya, tingginya permintaan atas piranti pemutar video di tahun 70-an dan 80-an banyak dibantu oleh pornografi."Kami tidak bermaksud sedikit pun menyebarkan PSP dengan trik seperti itu," bantah Katsurayama.PSP yang rilis di Jepang pada bulan Desember 2004 dan di Amerika Utara pada Maret 2005, diharapkan bisa menggoyang dominasi pasar konsol portabel GameBoy dari Nintendo.Secara keseluruhan, hingga akhir Maret Sony telah mendistribusikan hampir 3 juta PSP di Jepang dan Amerika Utara. Sampai saat ini, PSP belum dirilis selain di dua negera tersebut. (donnybu/)






Hide Ads