Inovasi Baru
Teleporting Gantikan Video Conferencing?
- detikInet
Jakarta -
Ahli komputer Amerika Serikat tengah mengembangkan sistem yang memungkinkan orang untuk dapat 'memindahkan' citra 3 dimensi dirinya lewat internet. Teknik video conferencing terbaru? Profesor Todd Mowry dan Seth Goldstein dari Carnegie Mellon University, Pennsylvania, mengatakan, "Kita dapat membuat replika objek 3 dimensi dari bahan-bahan yang terdiri dari atom-atom sintetis," tuturnya seperti dilansir BBC News dan dikutip detikinet Senin (20/6/2005). Kamera dapat merekam pergerakan dari seseorang dan data ini nantinya akan diterjemahkan menjadi pergerakan atom-atom yang akan meniru sama persis gerakan asli. Teknologi ini terinspirasi dari teknik animasi 'claytronics'. Dimana didalamnya dilibatkan pergerakan model frame-by-frame untuk dapat menghasilkan animasi. Teknologi ini nantinya memungkinkan angan-angan pada film-film fiksi ilmiah terwujud. Yaitu ide akan adanya teleportation, yaitu suatu fenomena di mana objek atau manusia dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat. Profesor Goldstein melihat kemungkinan itu. Ia mencoba membuat objek dari debu-debu berukuran mikro bahkan nano yang disebut 'nano-dust'. 'Debu-debu' itu nantinya bisa diprogram untuk saling terikat satu sama lain dan mampu melakukan pergerakan. Namun sekarang, yang sedang diujicobakan adalah membuat sesuatu dengan skala yang lebih besar--objek seukuran bola tenis. Rencana awal adalah untuk membuat aplikasi itu dapat bekerja dalam interaksi secara face-to-face atau tatap muka seperti halnya konferensi video jarak jauh (video conferencing)."Kita dapat memindahkan orang--tidak dalam artian sebetulnya--dengan bantuan sistem pengambilan gambar dengan teknologi kamera yang lebih canggih," tutur Dr. Mowry lagi. Seperti halnya teknik pengambilan gerak yang dilakukan pada aktor Andy Serkins untuk tokoh Gollum dalam film Lord Of The Rings, aplikasi ini juga menjalankan hal serupa. Dalam teknik pergerakan animasi pada tokoh-tokoh kartun 'Lord Of The Rings', Serkins harus memakai baju khusus agar kamera dapat menginterpretasikan pergerakannya. Informasi tersebut diubah menjadi versi 3 dimensi dengan file video format MPEG.Gambar pergerakan tersebut ditangkap secara digital dan dimasukkan ke dalam jaringan komputer. Setelah itu direproduksi menjadi objek fisik yang serupa dengan objek asli. Bahkan pergerakannya pun dibuat mirip. Jika teknologi serupa dapat dimanfaatkan dalam komunikasi lewat video conferencing, Dr. Mowry yakin, akan lebih berguna ketimbang teknologi konferensi video yang selama ini dikenal."Sangat artificial berbicara dengan seseorang lewat layar kaca. Sepertinya anda ingin melupakan fakta sebenarnya bahwa anda sedang tidak berada pada ruangan yang sama," Mowry mengakhiri.
(donnybu/)