BERITA TERBARU
Selasa, 13 Feb 2018 20:20 WIB

Penjualan Notebook Tahun Lalu Merosot 10%, Tapi..

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Laptop Asus. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Laptop Asus. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Tahun 2017 tampaknya bukan tahun yang bagus untuk produsen notebook, khususnya yang berjualan di Indonesia. Sebab, di tahun tersebut terjadi penurunan penjualan sekitar 10%.

"Kalau mengacu data Gfk, di 2016 ternyata di Indonesia terjual 1.946.610 unit notebook di seluruh Indonesia. Ini tak hanya dari Asus tapi dari seluruh produsen notebook yang bermain di Indonesia," ujar Muhammad Firman, Head of PR & e-Marketing Asus Indonesia di Seribu Rasa, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Jumlah penjualan tadi, lanjut Firman, ternyata mengalami penurunan di tahun 2017, yang hanya menjadi 1.713.450. Angka ini juga diambil dari penjualan keseluruhan produsen notebook yang ada di Indonesia.

"Meski terjadi penurunan, tetapi dari data Gfk juga ada sedikit peningkatan dari ASP (Average Selling Price) notebook yang beredar. Kalau di tahun 2016 rata-rata harganya Rp 4,6 juta, tapi di 2017 menjadi Rp 4,9 juta," terang Firman.

"Memang meski penjualan menurun yang berimbas pada penurunan revenue, tapi tidak begitu berpengaruh signifikan pada produsen notebook yang punya market share tinggi," papar Firman.

Bicara market share, seperti dikatakan Firman, Asus memiliki 36,3% market share di tahun 2016. Angka market share ini pun meningkat menjadi 39,8% di 2017 menurut data Gfk semester 2 tahun 2017.

Raihan tersebut menjadikan Asus nomor satu di segmen notebook consumer. Posisi kedua sementara ditempati oleh Lenovo dengan market share 21,8%, Acer dengan market share 17,9%, HP dengan 14,4%, dan sisanya 6,1%.

"Kita bisa lihat ada empat brand besar global. Brand global ini, termasuk Asus, menguasai sekitar 94% pasar. Jadi sisanya 6,1% itu di luar empat brand besar," pungkas Firman. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed