Senin, 12 Feb 2018 09:35 WIB

Ketiban Untung Bitcoin, Nvidia Tetap Fokus ke Gamer

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Nvidia menyadari tren peningkatan permintaan kartu grafis oleh penambang cryptocurrency, namun mereka tetap menempatkan game sebagai pasar utama.

Dalam periode tiga bulan yang berakhir pada 28 Januari 2018, atau kuartal keempat dari tahun fiskal 2018 mereka, Nvidia berhasil mencatatkan pendapatan sebesar USD 9,21 miliar.

Bisnis GPU menjadi penyumbang dengan torehan USD 2,46 miliar (Rp), meningkat 33% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan pada pasar gaming dan pusat data menjadi pemicu meningkatnya pendapatan di sektor tersebut.

Lebih spesifik lagi, Nvidia menyebut bahwa terjadi pertumbuhan sangat kuat terhadap permintaan GPU GeForce berbasis teknologi Pascal, dikarenakan munculnya sejumlah judul game baru, datangnya musim liburan, tren esports, dan tak ketinggalan penambangan cryptocurrency.

"Permintaan yang kuat dari pasar cryptocurrency berhasil melampaui ekspektasi kami. Sektor ini mencatatkan persentase yang lebih besar dari pendapatan kami dibanding dengan kuartal sebelumnya," ujar Colette Kress, Chief Financial Officer Nvidia.

Meskipun demikian, sebagaimana disebutkan oleh Kress, Nvidia tidak menjadikan pasar tersebut sebagai tulang punggung bisnis mereka.

"Fokus utama kami tetap pada bisnis inti kami (game), karena cryptocurrency masih cenderung memperlihatkan fluktuasi," ujarnya, seperti detikINET kutip dari Polygon, Senin (12/2/2018).

Ia menambahkan, pihak Nvidia memperkirakan bahwa besarnya pendapatan dari sektor mata uang digital pada akhir tahun fiskal 2018 tidak akan terulang di kuartal perdana tahun fiskal 2019.

Walaupun begitu, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi para penambang untuk terus 'merebut' stok kartu grafis, yang sejatinya menjadi 'hak' para gamer.

Dampaknya, para pecinta game pun akan terus dibuat frustasi dengan ketidakmampuan mereka untuk menemukan GPU dengan harga yang sepantasnya, karena permintaan dari para penambang mata uang digital yang sangat besar membuat harga kartu grafis meroket tajam.

Terkait dengan hal tersebut, Jensen Huang selaku Presiden sekaligus CEO dari Nvidia, mengatakan bahwa para peritel menjadi yang bertanggung jawab dalam mematok harga GPU di tengah-tengah fenomena kelangkaan stok.

Untuk itu, ia memastikan bahwa Nvidia akan meminta para peritel untuk lebih fokus kepada para gamer terlebih dahulu dibandingkan dengan kelompok penambang cryptocurrency.

"Kami tengah bekerja sangat keras untuk mengeluarkan GPU ke pasaran untuk para gamer. Kami juga melakukan apapun yang kami bisa untuk menyarankan para penjual melayani gamer terlebih dahulu," kara Huang.

Selain itu, Nvidia pun juga tengah berusaha untuk meningkatkan jumlah hasil produksi mereka agar dapat memenuhi tuntutan pasar, sebagaimana yang juga dilakukan oleh pesaingnya, AMD. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed