Rabu, 06 Des 2017 17:44 WIB

Laporan dari Hawaii

Qualcomm: Era Always Connected PC Dimulai

Adi Fida Rahman - detikInet
Suasana acara. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Suasana acara. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Hawaii - Setelah kemunculan perangkat notebook hybrid beberapa tahun lalu, pasar komputer akan diramaikan dengan hadirnya kategori baru. Lini baru ini disebut Always Conected PC atau selalu terhubung.

Kategori ini merupakan buah kolaborasi Microsoft dengan perusahaan chip Qualcomm. Insiatif ini telah diumumkan di ajang Computex 2017 di Taiwan.

Namun buah kolaborasi baru tersebut baru terlihat pada gelaran Qualcomm Snapdragon Tech Summit 2017 yang berlangsung di Maui, Hawaii, AS. Yaitu dengan peluncuran Asus NovaGo dan HP Ency x2.

Cristiano Amon, Executive Vice President of Qualcomm Technologies and President of QCT, memaparkan kehadiran PC terkoneksi tidak terlepas dari kebutuhan pengguna komputer beberapa tahun belakang. Ini diperkuat lagi hasil survei pihaknya tentang perangkat komputer apa yang diinginkan.

Hasil survei mengungkap 65% pengguna komputer di Amerika Serikat menginginkan perangkat yang terkoneksi internet. Selain itu ada 35% pengguna yang menginginkan daya tahan baterai lebih besar.
Qualcomm: Era Always Conected PC DimulaiFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

"Sementara di China sebaliknya, 50% ingin baterai yang tahan lama. Sisanya ingin punya baterai tahan lama," ungkap Amon.

Berangkat dari sinilah kemudian Qualcomm dan Microsoft coba berupaya membuat perangkat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebagai langkah awal, Qoalcomm menyodorkan Snapdragon 835, sementara Microsoft membuat sistem operasi khusus Windows 10s. Hasilnya, perangkat laptop akan seperti smartphone yang senantiasa hidup dan terkoneksi.

Jadi meski layar dimatikan, akan tetap menerima update dari aplikasi. Ini lantaran dalam Snapdragon 835 terdapat modem yang akan terkoneksi dengan jaringan LTE.

"Ini akan mengubah kebiasaan orang di masa mendatang," ujar Amon.

Lebih lanjut dipaparkan Amon, penggunaan Snapdragon 835 akan pula mempengaruhi desain perangkat. Para vendor teknologi akan dimungkinkan membikin notebook dengan tampian yang langsing dan inovatif.

Lalu daya baterai dijanjikan lebih tahan lama. Ini dikarenakan konsumsi daya Snapdragon 835 sangat irit. Ditambah lagi kapasitas baterai notebook lebih cukup besar.

"Waktu standby bisa mencapai 30 hari. Ini 5x dari device Windows 10 yang ada sekarang," klaim Amon.

Jajaran perangkat Always Conected PC akan mengempur pasar mulai awal tahun depan. Setelah Asus dan HP, akan ada banyak notebook besutan OEM lain.

"Dalam waktu dekat Lenovo akan merilis perangkat Always Connected PC di arena CES 2018," tutup Amon. (fyk/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed