Rabu, 11 Okt 2017 13:34 WIB

OnePlus Tak Henti Sadap Data Pengguna?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: androidcentral Foto: androidcentral
Jakarta - OnePlus yang dikenal sebagai produsen ponsel 'flagship killer' berharga murah dituduh mengumpulkan data penggunanya secara diam-diam.

Ini sebenarnya bukanlah hal baru, karena pada 2016 lalu seorang peneliti keamanan bernama Christopher Moore sudah melaporkan hal ini terjadi di OnePlus 2 miliknya. Namun sepertinya OnePlus masih melakukan praktik penyadapan tersebut.

Pada 2016, Moore menyebut OnePlus 2 miliknya mengirimkan data dari ponsel ke sebuah domain HTTPS milik OnePlus tanpa sepengetahuan dan seizin pengguna, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Rabu (11/10/2017).

Moore pun menganalisis data yang dikirimkan ke domain open.oneplus.net tersebut. Dari situ ia menemukan kalau data tersebut berisi informasi soal layar, membuka kunci perangkat, reboot yang tak normal, nomor serial, IMPEI, nomor telepon, MAC adress, nama jaringan seluler, IMSI, termasuk ESSID dan BSSID.

Dalam analisis lebih lanjutnya, Moore juga menemukan kalau OxygenOS -- OS yang dipakai OnePlus -- merekam data-data lainnya. Contohnya kapan pengguna membuka dan menutup aplikasi.

Ada dua aplikasi yang jadi mata-mata dalam OxygenOS ini, yaitu OnePlus Device Manager dan OnePlus Device Manager Provider. Dan aplikasi ini tentu saja tak bisa dihapus dengan cara biasa, melainkan harus menggunakan perintah adb.

OnePlus sampai saat ini belum mengeluarkan pernyataannya soal tuduhan pelanggaran privasi ini. (asj/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed