Kamis, 14 Sep 2017 16:57 WIB

Masuk Indonesia, Ini Strategi Nokia Jegal Ponsel China

Adi Fida Rahman - detikInet
Mark Trundle. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Mark Trundle. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Sejumlah vendor ponsel asal China, seperti Oppo dan Vivo, cukup agresif di pasar Indonesia. Tapi Nokia mengaku tetap percaya diri menghadapi para kompetitornya itu.

Mark Trundle, Country Manager Indonesia HMD Global, mengaku pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi. Pertama mereka akan membawa nama besar Nokia itu sendiri.

"Saya yakin orang Indonesia sudah tahu betul dengan Nokia. Brand ini kuat sejak lama, Ini menjadi starting point yang baik," kata Trundle saat acara peluncuran Nokia 3, 5 dan 6 di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Kedua perangkat dihadirkan dengan sistem operasi Android polosan. Dengan begitu menawarkan kinerja yang lebih baik dan aman karena selalu menerima update secara berkala.

"Semua perangkat kami dijamin up-to-date. Pada Agustus ini, perangkat Nokia bahkan menerima pembaruan keamanan lebih cepat dari Google Pixel," ungkap Trundle.

"Smartphone Nokia 3, 5 dan 6, kami pastikan akan menerima pembaruan Android O sebelum akhir tahun 2017," imbuhnya.

Nokia pun mengedepankan desain dan meterial di setiap perangkatnya. Mereka sampai menggandeng pabrikan Foxconn untuk menciptakan material aluminium khusus untuk perangkatnya.

Agar makin menguatkan bisnisnya di Indonesia, HMD Global menjalin kemitraan lokal. Saat ini mereka telah bekerjasama dengan Erajaya, Sentra Ponsel dan Indosat untuk pemasaran Nokia 3,5 dan 6.

"Strategi ini membuat kami optimistis bisa mengejar kompetitor," ujar Trundle penuh percaya diri.

(afr/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed