Senin, 07 Agu 2017 15:03 WIB

Trik Sharp Bikin Ponsel Layar Penuh

Rachmatunnisa - detikInet
Bocoran smartphone full screen keluaran Sharp Bocoran smartphone full screen keluaran Sharp
Jakarta - Setelah merasakan era layar jumbo dan layar lengkung, kata 'full screen' alias layar penuh kini kian populer di industri smartphone.

"Pertengahan tahun ini dan pertengahan tahun depan, akan ada perubahan era layar full screen dalam industri smartphone dunia, Sharp tentu juga akan memulai perubahan ini," kata CEO Sharp Mobile Global, Zhongsheng Luo.

Disebutkan Sharp, Senin (7/8/2017), teknologi full screen memang masih terbilang baru di industri smartphone, sehingga dalam proses pembuatannya pun tidak mudah. Ada beberapa fitur yang diubah, dengan harapan semakin memperbesar layar dari smartphone tersebut.

Teknologi ini juga rentan menyebabkan layar lebih mudah retak sehingga tingkat keberhasilan menjadi rendah. Di samping itu, perlu biaya besar untuk memproduksinya.

Contoh fitur yang harus diubah demi layar penuh adalah kamera depan, receiver atau fitur pemindai sinyal, dan beberapa sensor lainnya.

Salah satu solusi lain adalah dengan menarik kamera depan ke arah bagian dagu perangkat tersebut dan menggunakan elemen piezoelectric ceramic untuk meminimalkan ukuran fitur receiver.

"Smartphone terbaru Sharp S2 yang sudah mengadopsi teknologi full screen cutting sudah mengatasi solusi masalah kamera depan, dan receiver tersebut yang juga menjadi fokus pengembangan teknologi dari Sharp," sebut raksasa elektronik Jepang tersebut.

Trik Sharp Bikin Ponsel Layar PenuhFull screen smartphone keluaran Sharp


Sejumlah bocoran tampilan dari gambar Sharp S2 memperlihatkan kamera depan berada di tengah bagian atas layar. Ide menempatkan kamera pada posisi tersebut tidak hanya membuat lebih fleksibel, tapi sekaligus bisa menilai kekuatan teknis dari device itu sendiri.

"Beberapa vendor memindahkan kamera ke frame ponsel yang lebih rendah, yang mengorbankan user experience untuk bisa mendapatkan visual efek dari layar full screen tersebut. Banyak netizen mengejek ini sebagai desain industri yang paling tidak humanis sepanjang sejarah," sindir Sharp.

Faktanya, menaruh kamera di bawah layar mungkin tidak menjadi keinginan para produsen itu, melainkan murni karena pilihan teknis yang terbatas.

Menurut Sharp, melubangi layar depan dan menaruh kamera punya tingkat kesulitan tinggi. Diperlukan perhitungan teknis yang matang.

"Jadi tidak heran, bocoran foto posisi kamera di atas layar penuh Sharp S2 tak hanya menarik perhatian pengguna smartphone di dunia, tetapi juga merefleksikan kekuatan teknologi yang lebih mutakhir dari Sharp," sebut Sharp lagi.

Sebelumnya, Global Branding dan Marketing Director dari Sharp/InFocus Mobile Zhiyun Meng memposting foto yang membandingkan rasio layar iPhone 7 Plus, Samsung S8, dan Sharp S2.

Pada gambar yang di-posting di akun Weibo Meng, terlihat jelas perbandingan rasio layar dari masing-masing smartphone tersebut. Sharp ingin memamerkan desain Sharp S2 membuat ponselnya terlihat punya layar lebih lebar.

Sharp S2 dijanjikan segera memasuki pasar Indonesia, sebagai salah satu produk flagship dari Sharp mobile. Namun Sharp Indonesia mengaku belum bisa menyebutkan informasi tanggal peluncurannya secara detail.

Selain desain layar penuh 5,5 inch dengan resolusi 1080 x 2048, Sharp S2 menyodorkan otak Snapdragon 660, RAM 6 GB dan kapasitas storage 128 GB. Sementara sisi kameranya, bakal dibekali dengan kamera ganda 12 MP dan 8MP di bagian belakang. Tertarik? (rou/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed