Jumat, 03 Mar 2017 07:31 WIB

Di Indonesia, Nokia 3310 Reborn Cuma Bertahan Sampai 2019?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi
Jakarta - Ponsel 2G seperti halnya Nokia 3310 reborn diprediksi takkan bertahan lama bila masuk di Indonesia. Dikarenakan 'nafasnya' hanya bisa sampai tahun 2019.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menuturkan itu karena perkembangan jaringan seluler yang mengarah ke internet cepat. Selain itu juga bahwa ada beberapa faktor kenapa 2G diprediksikan akan mati di tahun 2019.

Disampaikan Rudiantara, jaringan 2G memungkinkan dimatikan apabila ekosistem sudah siap, mulai dari network, layanan 4G sudah menyelimuti di lebih dari 500 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

"Kemudian handset sudah murah sehingga masyarakat saat migrasi dari 2G ke 4G itu tidak akan berat. Diperkirakan 2019 harga handset 4G itu Rp 400 ribu," ujar Rudiantara ditemui di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta.

Harga smartphone 4G yang murah itu dikarenakan adanya kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Sehingga, adanya Nokia 3310 reborn tidak akan berlangsung lama digunakan di Indonesia.

"Kalau masuk sekarang (Nokia 3310 reborn), kita harus lihat orang ganti ponsel berapa tahun sekali? Kalau Nokia 3310, terus orang ganti ponsel setahun sekali, berarti tahun depan gak dipakai lagi," jelasnya.

"Saya tidak mengatakan (mati) di 2019, itu ancer-ancer kalau network di 2019 sudah ada Palapa Ring selesai, 4G sudah ada di mana-mana, kemudian harga ponsel 4G di sekitaran Rp 400 ribu, tinggal aplikasinya saja. Ya, paling lama (2G mati) di tahun 2020," tuturnya.

(yud/yud)