Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Verizon Enggan 'Matikan' Galaxy Note 7

Verizon Enggan 'Matikan' Galaxy Note 7


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Foto: detikINET/adifidarahman
Jakarta - Beberapa waktu lalu Samsung sempat mengumumkan bahwa pihaknya akan mematikan Galaxy Note 7 yang masih beredar di sejumlah pengguna. Langkah ini pun ditentang oleh operator seluler Verizon.

Seperti diketahui, pada 15 Desember 2016 Samsung akan menggulirkan update di mana nantinya ponsel tersebut tak lagi bisa di-charge. Dengan demikian, ponsel secara perlahan akan mati karena tak punya daya.

Untuk bisa melancarkan upayanya itu, Samsung akan menggandeng operator di beberapa negara. Menurut informasi, upaya ini akan dilakukan pertama di Kanada, menyusul kemudian di Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai salah satu operator seluler, Verizon tidak setuju dengan gagasan itu. Ketidaksetujuan ini lantaran Verizon punya concern terhadap pengguna Galaxy Note 7 yang mungkin tak punya ponsel pengganti.

"Verizon tak akan menjadi bagian dari update karena menimbulkan resiko, di mana mungkin pengguna Galaxy Note 7 tidak punya ponsel pengganti," tulisnya dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (11/12/2016).

Selain itu, Verizon tak mau merusak momen libur Natal, di mana nantinya pengguna Galaxy Note 7 jadi kesulitan untuk menghubungi keluarganya atau sekadar untuk menghubungi ahli medis manakala ada kebutuhan darurat.

Verizon sendiri selama ini bekerjasama dengan Samsung dalam proses recall, memberikan pesan pop-up yang isinya memperingatkan pengguna untuk mengembalikan ponsel. Meski begitu, untuk mematikan ponsel, langkah ini dinilai berlebihan. (mag/afr)
TAGS







Hide Ads