Seperti diketahui, pada 15 Desember 2016 Samsung akan menggulirkan update di mana nantinya ponsel tersebut tak lagi bisa di-charge. Dengan demikian, ponsel secara perlahan akan mati karena tak punya daya.
Untuk bisa melancarkan upayanya itu, Samsung akan menggandeng operator di beberapa negara. Menurut informasi, upaya ini akan dilakukan pertama di Kanada, menyusul kemudian di Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Verizon tak akan menjadi bagian dari update karena menimbulkan resiko, di mana mungkin pengguna Galaxy Note 7 tidak punya ponsel pengganti," tulisnya dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (11/12/2016).
Selain itu, Verizon tak mau merusak momen libur Natal, di mana nantinya pengguna Galaxy Note 7 jadi kesulitan untuk menghubungi keluarganya atau sekadar untuk menghubungi ahli medis manakala ada kebutuhan darurat.
Verizon sendiri selama ini bekerjasama dengan Samsung dalam proses recall, memberikan pesan pop-up yang isinya memperingatkan pengguna untuk mengembalikan ponsel. Meski begitu, untuk mematikan ponsel, langkah ini dinilai berlebihan. (mag/afr)