Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Susahnya Huawei Berlaga di Kandang Apple

Susahnya Huawei Berlaga di Kandang Apple


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: alif/detikcom
Jakarta - Huawei belakangan semakin agresif dan berhasil jadi vendor smartphone terbesar ketiga di dunia membuntuti Samsung dan Apple. Namun pekerjaan rumah mereka masih banyak, salah satunya mencari cara bagaimana berlaga di kandang Apple, Amerika Serikat.

Dikutip detikINET dari Wall Street Journal, Selasa (29/11/2016), Huawei ingin naik kelas dengan memasarkan smartphone high end di AS, tepatnya Mate 9 yang belum lama ini mereka luncurkan. Selama ini di Negeri Paman Sam, Huawei identik dengan smartphone menengah ke bawah.

Tapi rupanya, beragam halangan menghadang. Para operator di AS, yang mendistribusikan 80% handset di negara itu, terindikasi enggan bekerja sama dengan Huawei karena mereknya kurang dikenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah begitu Huawei pernah diterpa kasus dalam bisnis infrastruktur telekomunikasi, yang diduga dimanfaatkan untuk mematai-matai AS. Sumber petinggi Huawei pun mengakui sulit untuk memecahkan permasalahan itu.

"Kami memang belum tahu bagaimana melewati hadangan tersebut. Sangat sulit," kata seorang manager Huawei yang tidak mau disebut namanya.

Di AS, orang memang terbiasa membeli smartphone bundling dengan operator, bukan membeli langsung di toko retail. Jadi tanpa kerja sama erat dengan operator setempat, hampir tidak mungkin sebuah vendor akan sukses.

Namun demikian, Huawei mengaku bersabar. "Pasar perangkat mobile AS signifikan untuk Huawei. Kami bersabar dan berpikir dalam jangka panjang," kata juru bicara perusahaan. (fyk/rou)
TAGS





Hide Ads