Dikutip detikINET dari Wall Street Journal, Selasa (29/11/2016), Huawei ingin naik kelas dengan memasarkan smartphone high end di AS, tepatnya Mate 9 yang belum lama ini mereka luncurkan. Selama ini di Negeri Paman Sam, Huawei identik dengan smartphone menengah ke bawah.
Tapi rupanya, beragam halangan menghadang. Para operator di AS, yang mendistribusikan 80% handset di negara itu, terindikasi enggan bekerja sama dengan Huawei karena mereknya kurang dikenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memang belum tahu bagaimana melewati hadangan tersebut. Sangat sulit," kata seorang manager Huawei yang tidak mau disebut namanya.
Di AS, orang memang terbiasa membeli smartphone bundling dengan operator, bukan membeli langsung di toko retail. Jadi tanpa kerja sama erat dengan operator setempat, hampir tidak mungkin sebuah vendor akan sukses.
Namun demikian, Huawei mengaku bersabar. "Pasar perangkat mobile AS signifikan untuk Huawei. Kami bersabar dan berpikir dalam jangka panjang," kata juru bicara perusahaan. (fyk/rou)