Ubisoft berencana melakukan perombakan besar pada struktur internal dan strategi rilis game dalam beberapa bulan hingga tahun ke depan. Langkah ini diiringi dengan pembatalan enam proyek dan penundaan tujuh judul, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time yang telah dikembangkan bertahun-tahun.
Dalam dokumen presentasi internalnya, Ubisoft menyatakan akan memperkuat fokus pada game open-world, live-service, serta pemanfaatan kecerdasan buatan generatif yang berorientasi langsung ke pemain. Sejalan dengan perubahan arah tersebut, perusahaan menunda sejumlah proyek dan menghentikan beberapa pengembangan yang dinilai tidak lagi sejalan dengan strategi jangka panjang.
Remake Prince of Persia: The Sands of Time pertama kali diumumkan pada 2020 dan awalnya dikembangkan oleh Ubisoft Mumbai dan Ubisoft Pune. Setelah trailer perdananya mendapat respons negatif, proyek tersebut dialihkan ke Ubisoft Montreal, studio di balik versi orisinal tahun 2003.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2023, Ubisoft sempat mengonfirmasi bahwa pengembangan game tersebut di-reboot, sehingga pembatalannya kini menjadi kejutan, terutama di tengah rumor peluncuran dalam waktu dekat, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Sabtu (24/1/2026).
Selain Prince of Persia, Ubisoft juga membatalkan tiga proyek baru, satu game mobile, serta satu proyek lain yang belum diumumkan. Sejumlah pengamat menduga proyek terakhir tersebut adalah remake Splinter Cell yang diumumkan pada 2021. Sejak 2022, Ubisoft tercatat telah membatalkan sekitar selusin game.
Ubisoft tidak mengungkap judul-judul yang ditunda, namun memastikan satu rilis yang semula dijadwalkan tahun fiskal ini digeser hingga 2027. Laporan internal menyebut proyek tersebut kemungkinan adalah remake Assassin's Creed IV: Black Flag.
Sebagai bagian dari target penghematan biaya sebesar β¬100 juta hingga Maret, Ubisoft juga menutup studio di Halifax dan Stockholm. Studio lain seperti Ubisoft Abu Dhabi, RedLynx, dan Massive Entertainment akan direstrukturisasi. Perusahaan juga memberlakukan kebijakan kembali ke kantor lima hari kerja per minggu, dengan jumlah hari kerja jarak jauh yang dibatasi.
Untuk mendukung produksi game AAA secara lebih fleksibel, Ubisoft merombak organisasi pengembangan dan penerbitan menjadi lima Creative House yang masing-masing berfokus pada waralaba dan genre tertentu. Dalam pernyataannya, Ubisoft menyebut langkah ini bertujuan menciptakan struktur yang lebih responsif dan kompetitif di tengah perubahan cepat industri game global.
(asj/asj)

